KEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Desa (Pemdes) Usapinonot, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan usaha ayam petelur Omega-3 yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pita Usapinonot.
Usaha tersebut dikembangkan melalui penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Usapinonot sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kepala Desa Usapinonot, Serilius Yan Maumabe, menjelaskan bahwa pengembangan ayam petelur Omega-3 merupakan salah satu unit usaha yang saat ini menjadi perhatian pemerintah desa.
Program tersebut telah berjalan sejak Januari 2026 dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Timor (Unimor), serta koordinasi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.Menurut Serilius, pengembangan ayam petelur ini tidak hanya berorientasi pada produksi telur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat usaha produktif desa melalui pengelolaan BUMDes yang lebih terencana.
Selain usaha ayam petelur, BUMDes Pita Usapinonot juga telah menjalankan usaha penyewaan kursi dan tenda. Saat ini, fasilitas tenda sedang dalam tahap renovasi untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengelolaannya, BUMDes Pita Usapinonot memiliki lima orang pengurus yang terdiri atas direktur dan anggota yang menangani masing-masing unit usaha.
Pemerintah desa bersama pengurus BUMDes melakukan evaluasi setiap enam bulan untuk meninjau perkembangan usaha, pertanggungjawaban kegiatan, serta pengelolaan administrasi. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Pasarkan Telur ke Desa Tetangga hingga Kegiatan PMT
Dari sisi pemasaran, telur hasil usaha BUMDes Pita Usapinonot telah dipasarkan melalui sejumlah kios di Desa Usapinonot dan desa-desa tetangga yang selama ini menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pengelola.Selain itu, kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di desa juga menjadi salah satu pelanggan tetap yang membeli telur dari BUMDes Pita Usapinonot.
Meski demikian, pengembangan usaha tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan pakan. Serilius menjelaskan bahwa ayam petelur Omega-3 membutuhkan jenis pakan yang berbeda dari ayam petelur pada umumnya sehingga pengelola perlu menyesuaikan kebutuhan operasional agar produksi tetap berjalan.
Dengan jumlah 75 ekor ayam petelur yang saat ini dikembangkan, usaha tersebut dilaporkan menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp200 ribu per minggu setelah memperhitungkan kebutuhan pakan dan operasional, berdasarkan keterangan Kepala Desa Usapinonot. Untuk menjaga transparansi pengelolaan keuangan, pengurus BUMDes juga melakukan pelaporan dan tutup buku setiap bulan kepada pemerintah desa.
Rencanakan Usulan Penambahan Modal Usaha
Melihat potensi usaha serta dukungan fasilitas dan ketersediaan lahan yang dinilai masih memadai, Pemerintah Desa Usapinonot bersama pengurus BUMDes berencana mengembangkan usaha ayam petelur secara bertahap.
Serilius mengungkapkan bahwa pengurus BUMDes Pita Usapinonot berencana mengajukan usulan tambahan modal sekitar Rp50 juta untuk pengadaan bibit ayam petelur, guna meningkatkan kapasitas produksi.
Sebelumnya, pengajuan awal untuk pengembangan usaha tersebut mencapai Rp80 juta dari total anggaran ketahanan pangan sebesar Rp149 juta.
Rencana penambahan modal tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan ketersediaan telur untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta mendorong BUMDes agar semakin mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.
Melalui pengembangan usaha produktif ini, Pemdes Usapinonot berharap BUMDes Pita dapat terus bertumbuh sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat desa.
Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
