KEFAMENANUNEWS,- Kompol Purnawirawan Sudirman, S.Sos., mengaku terharu dan tidak menyangka mendapat penghormatan melalui acara pelepasan purna tugas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa setelah dirinya mengabdikan diri di Kabupaten TTU sejak tahun 1991 hingga mengakhiri tugas sebagai Wakapolres TTU.
Acara ceremonial pelepasan purnawirawan, ASN yang memasuki masa purna bakti, serta anggota Paskibraka tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan di Lobi Kantor Bupati TTU, Senin (19/10/2026).
Bagi Sudirman, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa masa purna tugasnya sebagai anggota Kepolisian akan dilepas secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten TTU bersama para ASN yang memasuki masa purna bakti.
Ia pun menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA, atas perhatian yang diberikan kepada para purnawirawan melalui kegiatan tersebut.

“Saya tidak pernah menyangka purna tugas Kepolisian dilaksanakan di Pemerintah Daerah Kabupaten TTU,” ungkap Sudirman.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan yang luar biasa terhadap perjalanan pengabdian seseorang, termasuk mereka yang telah menyelesaikan tugas di institusi Kepolisian.
Sudirman menilai, pelepasan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi dirinya dan para purnawirawan lainnya. Ia bahkan menyebut, sepanjang pengalamannya, kegiatan pelepasan purnawirawan yang secara khusus diselenggarakan pemerintah daerah seperti ini merupakan sesuatu yang belum pernah ia temui sebelumnya di Nusa Tenggara Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Sudirman dilepas bersama 32 purnawirawan lainnya. Momentum ini menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten TTU kepada mereka yang telah menuntaskan masa pengabdian.
Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak berarti semangat pengabdian harus ikut berakhir.
“Pakaian boleh dilipat, sepatu boleh disimpan, tetapi semangat pengabdian tidak boleh hilang,” ungkap Bupati mengawali sambutannya.
Bupati mengatakan, dirinya merasa senang dapat melepas para peserta purna tugas. Ia melihat semangat yang luar biasa dari para peserta yang kini memiliki kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga, anak, dan cucu.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa memasuki masa purna bakti merupakan fase kehidupan yang membutuhkan kesiapan. Para purnabakti akan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan pengalaman, nilai, dan idealisme yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjalankan tugas.

Karena itu, ia berpesan agar para purnabakti tetap mempertahankan idealisme dan semangat positif dalam kehidupan bermasyarakat, meskipun tidak lagi menjalankan tugas kedinasan seperti sebelumnya.
Khusus kepada para purnawirawan Kepolisian, Bupati menegaskan bahwa mereka tetap merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten TTU. Dengan demikian, hubungan antara para purnawirawan dan pemerintah daerah diharapkan terus terjalin meskipun masa tugas formal telah berakhir.
Menurut Bupati, perhatian yang diberikan melalui kegiatan pelepasan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada mereka yang telah menjadi bagian dari masyarakat TTU dan menjalankan pengabdian selama bertahun-tahun.
Bupati juga mengajak para purnawirawan untuk tetap menjaga komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU apabila terdapat hal-hal positif yang perlu disampaikan atau dikoordinasikan.
Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus dipelihara demi mendukung berbagai upaya pembangunan dan kemajuan daerah ke depan.
Sebagai bentuk penghargaan, Bupati TTU kemudian menyerahkan buket bunga kepada para purnawirawan, ASN purna bakti, dan purna Paskibraka yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pemberian buket bunga menjadi simbol ucapan terima kasih dan penghormatan atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas dan pengabdian.
Bagi Kompol Purnawirawan Sudirman, kegiatan tersebut menjadi momen berkesan yang menunjukkan bahwa penghargaan terhadap pengabdian tidak harus berakhir ketika seseorang memasuki masa purna tugas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten TTU juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan, menghormati perjalanan pengabdian, serta mendorong para purnabakti untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
Penulis : Poldus Meomanu/Diskominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
