Perpustakaan Desa Nimasi Juara I Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten TTU

KEFAMENANU, NEWS – Perpustakaan Desa Nimasi meraih juara pertama dalam Lomba Perpustakaan Desa tingkat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU pada 29–30 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Perpustakaan Desa Nimasi memperoleh nilai tertinggi, yakni 2.363 poin, mengungguli lima perpustakaan desa lainnya yang turut mengikuti perlombaan tersebut.

Posisi juara kedua diraih Perpustakaan Desa Napan dengan nilai 2.203 poin, disusul Perpustakaan Desa Usapinonot sebagai juara ketiga dengan nilai 2.132 poin.

Sementara itu, juara harapan pertama diraih Perpustakaan Desa Ainan dengan nilai 2.091 poin, juara harapan kedua Perpustakaan Desa Letmafo dengan nilai 2.063 poin, dan juara harapan ketiga Perpustakaan Desa Letmafo Timur dengan nilai 1.903 poin.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU, Robertus Nahas, mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca dan mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.

Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi sarana memotivasi pemerintah desa agar memberikan perhatian terhadap pengembangan perpustakaan serta menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Lomba ini bertujuan memicu dan memotivasi anak-anak untuk mengembangkan minat baca sehingga dari waktu ke waktu semangat literasi mereka semakin meningkat,” kata Robertus, Rabu (4/11).

Ia menjelaskan, pengembangan perpustakaan desa tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan bacaan bagi anak-anak untuk mengenal huruf, angka, dan meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat dewasa.

Hal tersebut sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dikembangkan Perpustakaan Nasional, yakni mendorong masyarakat memanfaatkan informasi dari buku untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya, masyarakat membaca buku atau modul tentang cara menanam tomat, kemudian pengetahuan tersebut dipraktikkan langsung di lapangan. Jadi, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Robertus mendorong pemerintah desa memanfaatkan potensi anggaran yang tersedia untuk menyediakan bahan bacaan serta mengembangkan kegiatan perpustakaan yang dapat menjangkau anak-anak sekolah maupun masyarakat umum.

Ia menyebutkan, pelaksanaan lomba tersebut mendapat dukungan alokasi dana dari Perpustakaan Nasional. Pada tahun ini, panitia memilih enam desa yang memiliki perpustakaan dan belum diikutsertakan dalam lomba pada tahun-tahun sebelumnya.

Robertus berharap seluruh desa peserta terus membenahi dan mengembangkan perpustakaan masing-masing, bukan hanya ketika mengikuti perlombaan, tetapi secara berkelanjutan.

“Semua desa yang mengikuti lomba ini kami motivasi agar tidak hanya berbenah saat mengikuti perlombaan. Perpustakaan harus terus dikembangkan sehingga memiliki daya tarik bagi anak-anak sekolah maupun masyarakat umum untuk datang dan memanfaatkannya,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *