KEFAMENANU NEWS – Paroki Santo Antonius Padua Sasi menggelar kegiatan devosi dan prosesi lilin bersama Patung Bunda Maria sebagai bagian dari tradisi Gereja Katolik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ungkapan iman, penghormatan, serta kecintaan umat kepada Bunda Maria yang senantiasa menjadi teladan dalam kehidupan iman Kristiani.
Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sasi, Titus Kian Limngardi, OFM Conv., menjelaskan bahwa khusus pada bulan Oktober, kegiatan devosi dilaksanakan melalui prosesi perarakan Patung Bunda Maria dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya hingga kembali ke gereja paroki. Prosesi lilin ini melibatkan seluruh umat dari berbagai wilayah Paroki Sasi yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat dan sukacita.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi keagamaan yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kehidupan umat. Melalui devosi kepada Bunda Maria, umat diajak untuk semakin menghayati nilai-nilai iman, memperkuat kehidupan doa, serta meneladani sikap Bunda Maria yang senantiasa menerima dan menjalankan kehendak Allah.
Kegiatan ini juga menjadi ungkapan kecintaan umat kepada Tuhan melalui keteladanan Bunda Maria yang selalu mengarahkan umat untuk semakin dekat dengan Yesus Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, umat diharapkan mampu meneladani kesetiaan, kerendahan hati, dan ketaatan Bunda Maria dalam menjalankan kehendak Allah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, umat dari seluruh wilayah Paroki Sasi berjalan bersama menuju gereja paroki. Kebersamaan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan solidaritas antarumat, sekaligus memperkuat semangat hidup menggereja. Setelah berkumpul di gereja, umat kemudian melanjutkan prosesi dengan mengarak Patung Bunda Maria menuju Taman Doa Paroki Sasi.
Di Taman Doa tersebut, umat bersama-sama melaksanakan doa dan mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Suasana devosi yang berlangsung khidmat menjadi kesempatan bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merefleksikan perjalanan iman, serta memperkuat harapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Pater Titus menyampaikan bahwa Paroki Sasi telah ditetapkan oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., sebagai paroki wisata religius. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Paroki Sasi sebagai tempat ziarah bagi umat dan masyarakat luas, sekaligus sebagai pusat pembinaan dan penguatan iman.
Keberadaan Paroki Sasi sebagai paroki wisata religius diharapkan dapat memberikan ruang bagi umat untuk semakin memperdalam kehidupan rohani melalui berbagai sarana dan fasilitas yang tersedia. Selain menjadi tempat pelaksanaan kegiatan liturgi dan devosi, Paroki Sasi juga memiliki potensi untuk menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat yang ingin mencari ketenangan batin, berdoa, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.

Paroki Sasi memiliki sejumlah daya tarik rohani dan budaya yang menjadi kekhasan tersendiri. Di antaranya adalah gereja dengan gaya arsitektur Italia yang menggunakan bahan lokal, sehingga menghadirkan perpaduan antara nilai estetika arsitektur dan kearifan lokal. Selain itu, terdapat Taman Doa Bunda Maria yang dihiasi motif kain tenun khas Timor sebagai bentuk perpaduan antara nilai-nilai spiritual dan kekayaan budaya daerah.
Daya tarik lainnya adalah relief Jalan Salib Yesus yang menjadi sarana bagi umat untuk merenungkan perjalanan sengsara Yesus Kristus, serta kapela adorasi yang disediakan sebagai tempat bagi umat untuk berdoa dan melakukan adorasi secara khusyuk. Berbagai fasilitas rohani tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung Paroki Sasi sebagai tempat ziarah dan pembinaan iman umat.
Pater Titus juga mengajak umat dan masyarakat luas untuk mengunjungi Taman Doa Paroki Sasi yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berziarah, berdoa, serta memperdalam kehidupan rohani. Ajakan ini menjadi kesempatan bagi umat maupun masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Taman Doa sebagai tempat membangun keheningan batin, memperkuat iman, dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Melalui kegiatan devosi dan prosesi lilin bersama Patung Bunda Maria ini, Paroki Santo Antonius Padua Sasi terus menghidupkan tradisi iman Gereja Katolik sekaligus memperkuat kebersamaan umat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat doa, meningkatkan penghayatan iman, serta menjadikan Paroki Sasi semakin dikenal sebagai tempat ziarah dan wisata religius yang memiliki nilai spiritual dan budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis: Manto Manu / Diskominfotik / Kab. TTU
Editor: Frumentus Bana / Diskominfotik / Kab. TTU
