KEFAMENANUNEWS,– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan melalui pemberdayaan usaha berbasis potensi lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan peralatan produksi keripik singkong kepada lima kelompok usaha masyarakat Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Pelaksanaan Program Intervensi Perangkat Daerah Provinsi NTT melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perbatasan dalam Menjaga Kedaulatan Wilayah dan Pengembangan Produk Ekonomi Desa Haumeniana, yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi NTT.
Penyerahan bantuan menjadi tindak lanjut dari pelatihan pengolahan singkong yang telah diikuti masyarakat. Sebanyak lima kelompok peserta pelatihan menerima bantuan berupa seperangkat peralatan produksi untuk mendukung usaha pembuatan Keripik Singkong Haumeniana, yang diproyeksikan menjadi produk unggulan desa.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong masyarakat perbatasan tidak lagi hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar.
Gubernur NTT, dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Lerry Rupidara, sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan harus berjalan seiring antara penguatan kedaulatan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Desa Haumeniana memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya komoditas singkong. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui pengolahan hasil pertanian sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi ingin mengubah pola masyarakat dari menjual hasil panen dalam bentuk mentah menjadi menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah, kualitas yang baik, kemasan menarik, serta mampu bersaing di pasar,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT, Ir. Maksi Y.E. Nenabu, MT, mengatakan bantuan peralatan produksi merupakan bentuk keseriusan pemerintah agar pelatihan yang telah diberikan tidak berhenti pada aspek teori, tetapi dapat langsung diterapkan oleh masyarakat melalui kegiatan usaha produktif.
Menurutnya, pengembangan Keripik Singkong Haumeniana menjadi bagian dari implementasi program One Village One Product (OVOP) yang sedang dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT.
Melalui konsep tersebut, setiap desa didorong memiliki satu produk unggulan berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat identitas desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, pengembangan usaha tersebut juga didukung melalui strategi TAPA OKE JU (Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual). Strategi ini menekankan pentingnya membangun rantai usaha secara utuh, mulai dari proses budidaya, panen, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk.
“Melalui TAPA OKE JU, masyarakat tidak hanya menjadi petani, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujar Maksi.
Untuk memperluas akses pasar, Pemerintah Provinsi NTT juga akan mendorong pemasaran Keripik Singkong Haumeniana melalui jaringan NTT Mart, sehingga produk masyarakat perbatasan dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di Kabupaten TTU tetapi juga di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur bahkan pasar nasional.
Dengan dukungan peralatan produksi tersebut, lima kelompok usaha di Desa Haumeniana diharapkan segera memulai produksi secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, memperkuat identitas merek, serta meningkatkan kapasitas usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar.
Pemerintah Provinsi NTT optimistis keberadaan UMKM berbasis potensi lokal di kawasan perbatasan akan menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi wilayah perbatasan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Keripik Singkong Haumeniana diharapkan tumbuh menjadi produk unggulan yang membanggakan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjadi bukti bahwa desa perbatasan mampu berkembang menjadi pusat ekonomi lokal yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
