KEFAMENANU NEWS,- Festival Budaya Literasi Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang untuk pertama kalinya digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU sukses menarik perhatian sekaligus menuai banyak pujian dari peserta maupun pendamping.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Desember 2025, dipusatkan di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU. Meski baru pertama kali diselenggarakan, festival ini menghadirkan ragam kegiatan yang meriah sekaligus edukatif.

Seperti diketahui, Festival Budaya Literasi tahun ini menampilkan berbagai perlombaan, di antaranya: Lomba resensi buku tingkat pelajar, Lomba konten literasi tingkat pelajar dan umum dan Bedah buku karya penulis lokal.
Selain kompetisi, festival juga di isi dengan Lokakarya digitalisasi perpustakaan dan literasi digital serta diramaikan dengan fashion show, tutur adat, pembacaan puisi, tari kreasi, serta pameran kreatif UMKM binaan Disperpusip TTU.
Kehadiran berbagai unsur seni dan budaya ini makin memperkuat identitas “budaya literasi” yang diusung dalam kegiatan.
Kepada Media, Benediktus Nusin, S.Pd, guru pendamping dari SMPS Putri St. Xaverius Kefamenanu, mengatakan kegiatan ini memberikan dorongan positif bagi para pelajar.

“Ini mungkin kegiatan awal yang baru saya ikuti dan menjadi motivasi serta pengalaman. Informasi ini tentu saya teruskan kepada anak didik di sekolah kami. Saya berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Petrus Silab, guru pendamping dari SDK Leob Kefamenanu, menilai festival literasi ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya baca sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Dari sisi positif, kegiatan ini meningkatkan budaya baca, literasi, dan pemahaman budaya lokal. Terima kasih kepada Dinas Perpustakaan TTU yang telah menyelenggarakannya,” ucapnya.

Petrus Silab, guru pendamping dari SDK Leob Kefamenanu saat diwawancarai oleh media ini. Foto : Kominfotik TTU
Maria Alfiade Tas’au, pelaku UMKM binaan Disperpusip TTU, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada masyarakat desa untuk menampilkan dan mengembangkan keterampilan.
“Kami difasilitasi untuk mengenalkan kerajinan tangan dan belajar bagaimana mengembangkan usaha kecil lewat literasi. Ini sangat membantu UMKM,” tuturnya.

Rossi Lake, pegiat literasi dari Komunitas Literasi Kreatif Kefamenanu yang berhasil meraih juara 1 Lomba Video Konten Literasi turut menyampaikan terima kasih kepada pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU,
“Terima kasih kepada Disperpusip TTU. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan lebih banyak melibatkan kaum muda agar gaung literasi di TTU semakin luas,” katanya.

Sementara itu, Mariani Dafenta dan Fransiska M. Nahak (mahasiswi aktif prodi Administrasi Negara-Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unimor) yang hadir dan mengikuti kegiatan Lokakarya Digital Perpustakaan dan Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Umum Kab. TTU pada hari Rabu, 10 Desember 2025, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. TTU karena telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kami senang dengan adanya kegiatan ini, bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya berlitererasi dan bisa menyiapkan generasi muda yang berkualitas dalam membangun bangsa dan negera” ungkap Mariani Dafenta.

“Dari kegiatan literasi ini, bisa memberikan wawasan kepada anak-anak khususnya anak sekolah yang duduk di bangku pendidikan di mana untuk sekarang banyak anak-anak yang malas membaca. Nah dari kegiatan ini dapat membantu memperluas wawasan agar anak-anak itu dapat membaca dan menulis dengan baik, ” ungkap Fransiska M. Nahak menambahkan hal yang disampaikan oleh temannya.
Harapan agar Festival Diperluas di Tahun Mendatang
Dari kalangan masyarakat umum, Antonio Laka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama dalam sesi bedah buku mengenai budaya Atoin Meto.
“Dalam bedah buku ini kami mengetahui hal-hal baru terkait budaya Atoin Meto yang selama ini belum kami tahu. Ke depan saya berharap koleksi buku Atoin Meto di perpustakaan bisa diperbanyak agar anak muda tertarik datang dan membaca,” ungkapnya.

Antonio juga berharap festival mendatang dapat memiliki jangkauan lebih luas.
“Kalau bisa tahun depan gaungnya lebih besar. Misalnya disiarkan live streaming melalui YouTube, TikTok, atau media lainnya agar yang tidak hadir bisa mengikuti secara virtual,” tambahnya.
Ia pun mendorong agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU terus aktif menggelar kegiatan-kegiatan literasi untuk masyarakat.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor : Kristo Ukat
