DLH TTU Atur Jam Buang Sampah, Wajah Kota Kefamenanu Ditargetkan Bersih Sejak Pagi

KEFAMENANU NEWS,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus berupaya mempercantik wajah ibu kota daerahnya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Timor Tengah Utara (DLH TTU), penataan jam buang sampah segera diberlakukan sebagai langkah konkret menghadirkan kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dipandang.

Kebijakan yang digagas di bawah kepemimpinan Kepala DLH TTU, Yanuarius Salem, ini dirancang untuk membuat sistem pengelolaan sampah lebih efektif. Selain itu, aturan tersebut diharapkan mampu mencegah tumpukan sampah yang selama ini kerap mengganggu estetika kota pada pagi hari.

Kepala media, Ia menjelaskan bahwa masyarakat diperbolehkan membuang sampah di titik tumpuan resmi mulai pukul 20.00 hingga 02.00 Wita. Setelah itu, armada pengangkut sampah akan mulai beroperasi sejak pukul 04.00 Wita.

“Dengan jadwal ini, pagi hari kota sudah bersih dan tertata. Armada kami bergerak lebih awal agar sampah tidak menumpuk,” ujarnya.

Menurut Yanuarius, penetapan jadwal pembuangan sampah menjadi bagian dari penataan sistem kebersihan yang lebih terstruktur. Dengan waktu yang jelas, proses pengangkutan dapat dilakukan secara maksimal dan menyeluruh di seluruh titik tumpuan sampah.

Langkah tersebut diyakini akan memberi dampak langsung terhadap wajah Kota Kefamenanu. Jalanan yang bersih sejak pagi tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta pelayanan publik.

Sebagai bentuk keseriusan, DLH TTU akan menggencarkan sosialisasi melalui Radio Publik Daerah dan surat pemberitahuan kepada seluruh lurah untuk diteruskan kepada masyarakat. Selain itu, papan imbauan dan selebaran akan dipasang di titik-titik tumpuan sampah agar informasi dapat diakses dengan mudah.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah yang tidak sekadar menetapkan aturan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat kebijakan tersebut.

Ia pun optimistis, dengan dukungan dan kedisiplinan warga, program ini akan membawa perubahan signifikan. Kebersihan kota, tegasnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap warga bisa bekerja sama dengan membuang sampah pada tempat resmi sesuai jadwal yang ditentukan, sehingga memudahkan pengangkutan dan menjaga estetika kota kita bersama,” pungkas Yanuarius.

Penulis: Poldus Meomanu/Diskominfotik TTU
Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *