Kisah Elisabeth Obe, ASN Perempuan di TTU yang Kini Jadi Camat Mutis, Perbatasan RI-RDTL

KEFAMENANU NEWS,- Senyum hangat tak lepas dari wajah Elisabeth Obe, S.Sos saat duduk di barisan paling depan dalam prosesi pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (10/3/2026).

Dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) putih, perempuan yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara sejak 1994 itu tampak tenang mengikuti setiap tahapan prosesi.

Hari itu menjadi momen penting dalam perjalanan panjang pengabdiannya sebagai ASN. Ia resmi dilantik sebagai Camat Mutis oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip.,M.A.

Mutis bukan sekadar wilayah tugas bagi Elisabeth. Daerah pegunungan yang berada di kawasan perbatasan Republik Indonesia dan Timor-Leste itu adalah tanah kelahirannya sendiri.

Saat pengambilan sumpah jabatan berlangsung, Elisabeth berdiri di samping Rm. Gabriel Alos,Pr sembari mengangkat dua jarinya sebagai tanda mengucapkan sumpah janji jabatan.

Ia juga dipercaya menjadi perwakilan pejabat administrator untuk menandatangani berita acara pengambilan sumpah. Bagi Elisabeth, jabatan camat bukan sekadar posisi birokrasi, tetapi amanah untuk kembali membangun tanah asalnya.

Perjalanan Karier Elisabeth di Dunia Birokrasi

Perjalanan karier Elisabeth di dunia birokrasi tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia mulai menjadi ASN pada tahun 1994 dan mengawali pengabdian di RSUD Kefamenanu. Selama 21 tahun ia bekerja di rumah sakit tersebut sebagai bendahara gaji dan bendahara penerimaan. Tugas yang menuntut ketelitian itu dijalankannya hingga tahun 2015.

Setelah itu, Elisabeth dipindahkan ke Bappeda TTU dan mengabdi selama lima tahun. Dari sana, ia mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan Umum dan Evaluasi pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) selama enam tahun.

Pengalaman panjang di berbagai bidang itulah yang kini menjadi bekal baginya memimpin Kecamatan Mutis.

Mengubah Cara Pandang Tentang Mutis

Sebagai perempuan kelahiran Mutis, Elisabeth memiliki mimpi sederhana namun besar: mengubah cara pandang terhadap wilayahnya.

Menurutnya, Mutis memiliki banyak potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. Karena itu ia tidak ingin daerah tersebut dipandang sebagai wilayah pinggiran atau tempat “pembuangan” jabatan.

Baginya, Mutis harus bisa berdiri sejajar dengan kecamatan lain di Kabupaten TTU yang telah lebih maju. Dengan pendekatan yang humanis, ia ingin membangun kerja sama yang kuat dengan masyarakat untuk menggali potensi daerah, sekaligus memperkuat pembangunan di wilayah perbatasan.

Perempuan, Ibu, dan Pemimpin

Di balik seragam dinas dan tanggung jawab besar yang kini diembannya, Elisabeth tetaplah seorang ibu bagi empat orang anak.

Ia juga dikenal sebagai sosok keluarga yang sederhana bersama suaminya, Herman Yosep Fallo. Perjalanan kariernya sebagai ASN hampir memasuki tiga dekade. Elisabeth dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Juli 2029. Namun sebelum masa itu tiba, ia ingin meninggalkan jejak pengabdian di tanah kelahirannya sendiri.

Menjadi camat di wilayah perbatasan bukan tugas yang ringan. Tetapi bagi Elisabeth Obe, justru di sanalah panggilan pengabdian itu terasa paling bermakna: membangun kampung halaman, bersama masyarakatnya sendiri.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *