Bupati TTU Tegaskan Puskesmas Transformasi jadi BLUD

KEFAMENANU NEWS,-Bupati Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip., M.A menegaskan agar Puskesmas di wilayah Kabupaten TTU dapat bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan umum kepada Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten TTU di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU, Kamis (26/3/2026).

Dari total 26 Puskesmas yang ada, empat di antaranya dinilai siap bertransformasi menjadi BLUD, yakni, Puskesmas Oelolok, Lurasik, Bijaepasu, dan Sasi. Keempat puskesmas tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) pengelolaan keuangan serta menunjukkan progres signifikan dalam penyusunan dokumen perencanaan.

Dokumen yang tengah disiapkan meliputi Rencana Bisnis Anggaran (RBA), struktur organisasi, serta berbagai dokumen pendukung lain yang menjadi syarat administratif BLUD.

Selama ini, sebagian besar Puskesmas di TTU masih mengandalkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang disalurkan melalui mekanisme APBD maupun Kementerian Kesehatan.

Dengan status BLUD, puskesmas akan memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, termasuk mengelola langsung pendapatan dari retribusi pasien umum. Kebijakan ini diharapkan menjadi terobosan dalam meningkatkan kemandirian fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Transformasi ini juga bertujuan agar pelayanan puskesmas menjadi lebih efisien, produktif, dan profesional dan tetap berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati TTU menegaskan pentingnya kedisiplinan waktu pelayanan serta soliditas tim kerja di setiap puskesmas. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan agar mekanisme rujukan pasien dari puskesmas ke RSUD Kefamenanu tetap dijalankan secara optimal. Hal ini dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai upaya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *