KEFAMENANU, NEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terus berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan fasilitas wifi gratis bagi para pengunjung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU, Robertus Nahas, mengatakan perkembangan teknologi digital memang berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan. Meski demikian, pihaknya berupaya menghadirkan berbagai fasilitas penunjang agar masyarakat tetap tertarik datang dan memanfaatkan layanan perpustakaan.
“Kita akui bahwa keberadaan digitalisasi sangat berdampak pada ramai tidaknya pengunjung ke perpustakaan. Namun dengan kondisi tersebut, kami menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perangkat wifi gratis,” ujar Robertus, Kamis (7/5/2026).
Selain menyediakan akses internet gratis, Dinas Perpustakaan juga menghadirkan perangkat lunak komputer yang memudahkan pengunjung dalam mencari koleksi buku yang tersedia di perpustakaan.
Menurut Robertus, seluruh data buku telah terintegrasi dalam sistem komputerisasi sehingga pengunjung hanya perlu mengetik judul buku yang dicari melalui aplikasi yang tersedia.
“Dengan adanya perangkat lunak komputer ini, pengunjung tidak lagi kesulitan mencari buku. Cukup membuka aplikasi, maka judul buku yang dicari akan langsung muncul,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun jumlah pengunjung mengalami penurunan, perpustakaan daerah masih tetap dikunjungi masyarakat, terutama mahasiswa dan pelajar yang datang untuk mengerjakan tugas sekolah maupun tugas kuliah.
“Minimal dalam satu hari ada sekitar 10 pengunjung, khususnya mahasiswa yang datang menyelesaikan tugas dari dosen maupun pelajar yang belajar di perpustakaan,” katanya.
Untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU juga menerapkan strategi silang layanan. Melalui program tersebut, buku-buku koleksi perpustakaan tidak hanya disimpan di rak, tetapi didistribusikan ke sekolah-sekolah melalui taman baca.
Robertus menjelaskan, sedikitnya 50 judul buku disiapkan untuk dipinjamkan ke sekolah-sekolah dan akan dilakukan pergantian atau rolling secara berkala agar koleksi bacaan tetap bervariasi.
Selain itu, pihaknya juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling guna menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.
“Strategi kedua yakni mobile perpustakaan atau perpustakaan keliling. Sejauh ini tersedia berbagai buku referensi yang dibutuhkan mahasiswa maupun anak-anak sekolah untuk menyelesaikan tugas. Bahkan ada guru-guru yang membawa siswa datang berkunjung dan membaca buku di perpustakaan,” tutupnya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
