Bupati TTU Lakukan Tanam Padi Simbolis di Desa Maurisu, Dukung Program Ketahanan Pangan

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, melakukan penanaman padi secara simbolis di lahan seluas 20 hektare di Desa Maurisu, Kecamatan Bikomi Selatan, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan usai menghadiri acara pelepasan Aparatur Sipil Negara (ASN) purnabakti.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), serta Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda TTU.

Dalam sambutannya, Bupati Yosep menyampaikan rasa syukur karena dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat Desa Maurisu, aparat keamanan, dan para tamu undangan dalam kegiatan tanam padi simbolis tersebut.

Menurutnya, pengembangan tanaman pangan seperti padi, jagung, maupun komoditas pertanian lainnya merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan.

“Program kita saat ini adalah ketahanan pangan. Karena itu, ketika diundang, saya akan meluangkan waktu untuk ikut mengambil bagian dalam penanaman simbolis ini karena merupakan bagian dari program ketahanan nasional yang harus kita dukung,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa luas lahan bukan menjadi penghalang bagi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada masyarakat petani. Meskipun lahan yang ditanam hanya 20 hektare, pemerintah tetap akan hadir memberikan dukungan dan pendampingan.

Ia meminta Dinas Pertanian bersama para penyuluh lapangan untuk terus mengawal proses budidaya padi sejak awal penanaman hingga masa panen.

“Kita harapkan dengan penggunaan bibit yang baik, satu hektare lahan dapat menghasilkan lebih dari 8 ton padi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berdialog dengan para petani terkait hasil produksi padi yang selama ini berkisar antara 4 hingga 6 ton per hektare. Ia kemudian menyarankan agar petani mulai menerapkan metode penanaman yang lebih efektif dengan sistem tabur langsung, sebagaimana yang telah diuji coba di wilayah Oekopa. Menurutnya, metode tersebut dapat menghemat waktu dan biaya serta berpotensi meningkatkan hasil panen.

“Di Oekopa, sebelumnya hasilnya sekitar 4 ton per hektare. Setelah menggunakan metode tabur langsung, hasil panen meningkat menjadi di atas 8 ton per hektare. Karena lebih efektif, tanaman tumbuh lebih rapat dan jumlahnya lebih banyak,” jelasnya.

Ia juga mengarahkan para petani untuk membuat jalur pembatas pada area tanam agar memudahkan akses saat proses pemeliharaan maupun panen.

Bupati berharap para penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah tersebut dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat agar menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif sehingga produktivitas padi dapat meningkat.

“Silakan dicoba di sini. Para penyuluh pertanian agar terus menyampaikan kepada masyarakat mengenai pola penanaman yang telah berhasil diuji coba di Oekopa. Tanam dengan cara ditabur, tidak perlu melalui proses semai dan pindah tanam yang membutuhkan waktu lebih lama,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *