KEFAMENANU, NEWS – Jumlah peserta didik di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mengalami peningkatan pada tahun ajaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kepala SLBN Benpasi, Yustina Metan Bitin Berek, mengatakan jumlah siswa pada tahun 2026 mencapai 40 orang, meningkat dari 30 siswa pada tahun 2025. Menurutnya, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena sekolah tidak membatasi waktu pendaftaran bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.
“Tahun kemarin jumlah siswa 30 orang, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 40 orang. Diperkirakan masih bisa bertambah lagi karena tidak ada batasan waktu bagi orang tua yang ingin mengantar anaknya bersekolah di SLBN Benpasi,” ujar Yustina, Jumat (31/7/2026).
Yustina menjelaskan, peningkatan jumlah siswa tidak terlepas dari upaya aktif sekolah dalam melakukan penjaringan calon peserta didik. Para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok dan turun langsung ke desa-desa di berbagai kecamatan selama dua hingga tiga hari untuk melakukan sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah membawa seluruh dokumen persyaratan dan berkoordinasi dengan camat, kepala desa, serta tokoh agama guna memperkenalkan keberadaan SLBN Benpasi sekaligus mengidentifikasi anak-anak berkebutuhan khusus yang belum memperoleh layanan pendidikan.
“Kami bertemu camat, kepala desa, dan para tokoh masyarakat untuk memperkenalkan SLB serta meminta izin menjaring anak-anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di SLBN Benpasi,” jelasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, lanjut Yustina, masyarakat, khususnya para orang tua, mulai memahami pentingnya pendidikan khusus sehingga semakin banyak yang bersedia menyekolahkan anaknya di SLBN Benpasi.
“Puji Tuhan, setelah kami memperkenalkan SLB, banyak orang tua yang bersedia menyekolahkan anaknya di SLBN Benpasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik merupakan hasil kerja sama seluruh guru yang terus berkolaborasi dalam menjangkau dan mengajak anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Yustina berharap dukungan dari masyarakat maupun pemerintah daerah terus diberikan agar SLBN Benpasi semakin berkembang dan menjadi rujukan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten TTU.
“Kami berharap masyarakat dan pemerintah dapat mendukung serta memfasilitasi kami agar SLBN Benpasi semakin berkembang dan menjadi contoh bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus di Kabupaten TTU,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui proses penjaringan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah masih adanya orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya, terutama anak dengan hambatan pendengaran dan bicara.
Menurutnya, pihak sekolah terus memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan untuk berkembang apabila mendapatkan pendidikan yang sesuai.
“Kami meyakinkan orang tua bahwa jika anak hanya tinggal di rumah, perkembangannya akan terbatas. Di SLB kami memiliki metode pembelajaran yang lebih humanis untuk membantu mereka mengenal huruf, angka, dan berbagai keterampilan lainnya,” ujarnya.
Selain layanan pendidikan, SLBN Benpasi juga menyediakan asrama yang dikelola secara swadaya oleh pihak sekolah untuk menampung siswa yang berasal dari daerah yang jauh.
Saat ini, terdapat 26 siswa yang tinggal di asrama. Yustina mengatakan kebutuhan makan dan minum mereka masih ditanggung secara gotong royong oleh para guru karena hingga kini belum ada dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi untuk operasional asrama.
Karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya melalui Dinas Sosial, guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar para siswa di asrama.
“Selama ini Dinas Sosial pernah membantu kami melalui bantuan makanan, minuman, dan perlengkapan untuk anak-anak. Kami sangat berharap dukungan seperti itu dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Yustina kembali mengajak para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLBN Benpasi. Menurutnya, sekolah memiliki tenaga pendidik yang berlatar belakang pendidikan luar biasa serta siap memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik bagi setiap peserta didik.
“Kami memiliki guru-guru yang berkompeten di bidang pendidikan luar biasa serta asrama bagi anak-anak yang membutuhkan. Orang tua tidak perlu khawatir karena kami siap memberikan pelayanan dan pendidikan secara maksimal,” tutupnya.
Penulis : Lius Salu/Kominfotik TTU
Editor : Frumentus Bana/Kominfotik TTU
