Pokja Bunda PAUD TTU Monitoring dan Berikan Solusi bagi 13 Satuan PAUD di Biboki Anleu

KEFAMENANU NEWS,– Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, bersama Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTU melakukan monitoring di Kelompok Bermain/Tim Pendamping Keluarga (KB/TPK) Oetepas, SP 2, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD TTU didampingi Kepala Bidang PAUD Dinas P dan K Kabupaten TTU, Anna Ndaomanu, S.STp., serta pengurus Pokja Bunda PAUD, seperti, Alexiana Kolo, S.Pd., AUD, Josmina Nio Pemina Kase, S.Pd., AUD, dan Koordinator Wilayah (Korwil) PAUD Kecamatan Biboki Anleu, Elin Bone.

Rombongan tiba di KB/TPK Oetepas sekitar pukul 11.15 WITA dan disambut hangat oleh para kepala satuan PAUD, ketua kelompok bermain, serta para guru PAUD se-Kecamatan Biboki Anleu.

Dengan suasana penuh keakraban, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati menyalami satu per satu para pendidik yang hadir. Kehadiran Pokja Bunda PAUD TTU bersama Bidang PAUD Dinas P dan K TTU untuk melihat langsung berbagai persoalan, kendala, dan kebutuhan yang dihadapi satuan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Kegiatan monitoring ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga kesempatan untuk memberikan dukungan, arahan, dan solusi konkret demi peningkatan mutu layanan PAUD serta pemenuhan hak pendidikan anak usia dini lokasi transmigrasi, perbatasan RI-RDTL.

Mendengar Keluhan dan Mencari Solusi

Dalam suasana kekeluargaan, tim melakukan pendataan terhadap 13 satuan PAUD di Kecamatan Biboki Anleu. Berbagai persoalan yang disampaikan para guru langsung dibahas bersama untuk dicari solusi yang tepat.

Tim Pokja Bunda PAUD mendata kondisi masing-masing satuan pendidikan, termasuk jumlah tenaga pendidik, tingkat pendidikan guru, sistem kerja, serta pembiayaan operator dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

Pada kesempatan itu, Ketua Pokja Bunda PAUD TTU juga mendorong para guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai ketentuan untuk melanjutkan studi. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyediakan program kuliah gratis selama satu tahun bagi tenaga PAUD yang memenuhi syarat.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk menghadapi perubahan regulasi dan tuntutan pendidikan ke depan,” tegasnya.

Dapodik Menjadi Kunci

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, Anna Ndaomanu, menegaskan pentingnya penguasaan aturan teknis terkait Dapodik, ARKAS, dan petunjuk teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Menurutnya, Dapodik merupakan jantung dari sistem pendidikan karena berbagai bantuan pemerintah pusat disalurkan berdasarkan data yang tercatat dalam sistem tersebut.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencari solusi bersama. Jika ada kendala, dapat dikoordinasikan melalui koordinator wilayah yang telah dibentuk sejak Januari 2026,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh satuan PAUD untuk mulai menerapkan sistem administrasi yang lebih tertib dan profesional pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Salah satu persoalan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah masih adanya anak yang belum terdaftar dalam Dapodik karena belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun Kartu Keluarga (KK).

Menanggapi hal itu, tim memberikan solusi agar anak-anak tetap diterima dan mendapatkan layanan pendidikan sambil membantu orang tua mengurus dokumen kependudukan yang diperlukan. Mereka diarahkan memaksimalkan aplikasi Sulat Manekat milik Dinas Dukcapil TTU.

Selain itu, keluarga yang belum memiliki status pernikahan resmi juga didorong untuk mengurus administrasi kependudukan agar anak-anak mereka dapat memperoleh hak pendidikan secara maksimal.

Komitmen Perbaikan Sistem

Tim Pokja Bunda PAUD menekankan komitmen untuk menuntaskan pembenahan administrasi pada seluruh 13 satuan PAUD di Kecamatan Biboki Anleu.

Para guru didorong untuk menguasai pengelolaan Dapodik, ARKAS, dan BOP serta saling berbagi praktik baik yang telah diterapkan oleh satuan pendidikan yang lebih berpengalaman.

Sebagai tindak lanjut, para operator PAUD akan difasilitasi mengikuti pelatihan penyusunan dan pengelolaan Dapodik yang direncanakan berlangsung di Kefamenanu pada Juli 2026.

Apresiasi dari Satuan PAUD

Kepala Satuan PAUD Oetepas, Paulina Subun, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pokja Bunda PAUD TTU dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU.

“Walaupun dengan keadaan kami seperti ini, tetapi Pokja Bunda PAUD dan pemerintah sudah datang melihat langsung kondisi kami. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa selama ini sejumlah satuan PAUD dan KB di Biboki Anleu mengalami kendala dalam penginputan Dapodik dan pengoperasian ARKAS. Namun setelah mendapatkan arahan dan pendampingan, berbagai solusi mulai ditemukan.

Penanaman Pohon sebagai Simbol Harapan

Usai kegiatan monitoring, Ketua Pokja Bunda PAUD TTU bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU serta para pendidik PAUD melakukan penanaman pohon di halaman KB/TPK Oetepas.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol harapan akan tumbuh dan berkembangnya layanan PAUD yang semakin berkualitas di Kabupaten TTU. Para guru dan masyarakat setempat juga diharapkan menjaga serta merawat pohon tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama membangun pendidikan anak usia dini yang lebih baik.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *