Plt Camat Biboki Selatan Canangkan BBGRM dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Desa Upfaon

KEFAMENANU, NEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Biboki Selatan, Gervasius Balibo, S.IP, secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kecamatan Biboki Selatan yang dipusatkan di Desa Upfaon, Kamis (4/6/2026).

Dalam keterangannya, Gervasius Balibo yang akrab disapa Geri Balibo menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di sejumlah titik yang rawan longsor dan kawasan sumber mata air di wilayah Kecamatan Biboki Selatan.

Untuk Desa Upfaon, kegiatan dipusatkan di lokasi Aofmolo, tepatnya di RW 01 RT 01, dengan penanaman sebanyak 250 anakan bambu sepanjang kurang lebih 500 meter di bantaran kali yang rawan longsor.

Selain di Desa Upfaon, tujuh desa lainnya juga melaksanakan kegiatan BBGRM di lokasi yang telah ditetapkan. Desa Pantae melaksanakan kegiatan di bantaran Kali Pantae Keun, Desa Oenaem di kawasan sumber mata air Oesao, Desa Supun di sumber mata air Oekolo dan Nanik, Desa Tokbesi di lokasi longsor Nekmaneo, Desa Tautpah di area longsor Sio, Desa Sainiup di bantaran Kali Niufkusi dan Boni, serta Desa Tunbaen di sumber mata air Oe Tunbaen.

Menurut mantan Sekcam Biboki Feotleu ini lokasi Aofmolo menjadi prioritas karena setiap musim hujan kawasan tersebut mengalami longsor yang berdampak serius terhadap akses transportasi masyarakat.

“Titik lokasi ini kami prioritaskan karena setiap tahun pada musim hujan selalu terjadi longsor yang mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Upfaon dan Desa Supun lumpuh total. Bahkan, masyarakat dari kecamatan tetangga seperti Biboki Utara dan Biboki Moenleu juga terdampak karena menggunakan jalur tersebut,” ujar mantan Penjabat Kades Lokomea ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Upfaon, Godlif Fabianus Febro Saka Thaal, menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman bambu yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama masyarakat.Ia mengatakan bahwa kawasan tersebut memang menjadi salah satu titik rawan longsor yang selama ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Setiap tahun Pemerintah Desa Upfaon selalu mengusulkan pembangunan bronjong melalui forum Musrenbang Kecamatan maupun Musrenbang Kabupaten agar dapat didanai melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat Desa Upfaon, Godlif berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap penanganan longsor di wilayah tersebut guna menjamin keamanan dan kelancaran akses transportasi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri para kepala seksi lingkup Kecamatan Biboki Selatan, Pemerintah Desa Upfaon, serta masyarakat setempat. Bersama Plt Camat, para peserta turut melakukan penanaman berbagai jenis tanaman, antara lain bambu, jambu air, dan beringin.

Usai kegiatan penanaman, rangkaian BBGRM dilanjutkan dengan agenda video conference bersama Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) serta pimpinan perangkat daerah. Namun, kegiatan tersebut mengalami kendala teknis akibat gangguan jaringan sehingga perangkat yang digunakan tidak dapat terkoneksi dengan baik.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *