KEFAMENANU NEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., bersama Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, S.H., Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Amir Arief, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, dan Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., meninjau Tenda Edukasi Antikorupsi bagi pelajar di Lapangan Upacara Kantor Bupati TTU, Kamis (23/7/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sekitar pukul 09.00 WITA dalam rangkaian kunjungan ke stan UMKM dan pelayanan publik pada kegiatan Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), hasil kolaborasi KPK RI dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Di lokasi, rombongan menyaksikan secara langsung kegiatan edukasi antikorupsi yang dipandu Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, bagi siswa-siswi SD/MI kelas I–III.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo memberikan motivasi kepada para pelajar agar mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari.”Luar biasa, masih ingat yang disampaikan oleh Ibu? Pulang diingat-ingat. Nanti kasih tahu teman-teman yang tidak ikut hari ini. Sehat selalu, di sekolah harus jadi anak yang pintar, hormati orang tua, hormati ibu dan bapak guru, dan yang terakhir harus disiplin. Terima kasih,” pesan Bupati.
Pada sesi edukasi, Bunda Elisabeth mengajak anak-anak mengenal nilai kejujuran melalui metode mendongeng dengan kisah “Miko Detektif Kejujuran”. Cerita tersebut mengangkat contoh sederhana tentang seorang anak yang mengembalikan sisa uang belanja kepada orang tuanya sebagai bentuk sikap jujur dan bertanggung jawab.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, peserta diajak memahami bahwa kejujuran dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga diajak menjadi pribadi yang amanah, tidak menuduh tanpa bukti, berani mengakui kesalahan, mengembalikan barang yang bukan miliknya, serta menjaga fasilitas bersama.

Suasana semakin meriah saat seluruh peserta meneriakkan yel-yel antikorupsi, mengucapkan Ikrar Anak Jujur, menyanyikan lagu-lagu edukatif, dan mengikuti kuis interaktif mengenai KPK serta nilai-nilai integritas. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah menarik.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Elisabeth didampingi Kak Via dari KPK RI.Antusiasme para pelajar tampak tinggi. Sejumlah siswa bahkan dengan percaya diri maju menawarkan diri untuk menjawab pertanyaan tanpa diminta. Semangat dan keceriaan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan antikorupsi dapat ditanamkan sejak usia dini melalui metode yang kreatif dan menyenangkan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, kegiatan ditutup dengan pembagian suvenir kepada seluruh peserta sebagai pengingat bahwa kejujuran merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas dan mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.

Usai kegiatan tersebut, rangkaian edukasi dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai profesi dokter oleh dr. Jessy Julia Messah kepada siswa SD kelas IV–VI, serta sosialisasi antikorupsi oleh KPK RI bagi para siswa tingkat SMP.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Ftumentus Bana/Diskominfotik TTU
