25 Siswa SD di TTU Bersaing Menjadi Duta Baca

KEFAMENANU, NEWS – Sebanyak 25 siswa sekolah dasar (SD) dari sejumlah sekolah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengikuti lomba Duta Baca tingkat kabupaten yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU, Rabu (7/10/2026).

Para peserta tampil membawa kemampuan dan pengetahuan masing-masing dalam ajang yang tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih mengenal dan mencintai kegiatan membaca sejak usia dini.

Salah satu peserta, Aprilia Cenisa Naisumu dari SDN Koko, mengikuti lomba tersebut dengan didampingi guru pendamping, Urbanus Nino.

Urbanus mengatakan pihaknya menyambut antusias pelaksanaan lomba Duta Baca karena kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan minat membaca.

“Sebagai pendamping, kami sangat antusias dengan kegiatan lomba Duta Baca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU. Diharapkan lomba seperti ini terus dilaksanakan untuk memotivasi anak-anak dalam mengembangkan minat baca,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak siswa SD di TTU yang terdorong untuk membaca dan menjadikan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU Robertus Nahas mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memotivasi anak-anak agar meningkatkan kegemaran membaca sejak usia dini.

“Melalui lomba Duta Baca ini, kita berusaha memotivasi anak-anak agar gemar membaca sejak dini. Kita melihat dengan perkembangan media sosial, minat membaca anak mulai menurun, padahal buku merupakan jembatan bagi anak-anak untuk memperkaya diri dengan berbagai informasi dan meningkatkan kemampuan membaca,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU Robertus Nahas saat diwawancarai media ini. Foto : Lius / Kominfotik TTU

Menurut Robertus, para peserta yang mengikuti lomba diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi mampu menjadi penggerak budaya membaca di lingkungan sekolah dan pergaulan mereka.

“Duta Baca ini sebenarnya seperti lilin yang memberikan energi baru untuk menerangi teman-teman yang semangat bacanya rendah atau merasa bahwa membaca itu sudah tidak relevan lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat perlu diimbangi dengan penguatan budaya membaca. Anak-anak, kata dia, tetap perlu diarahkan memanfaatkan buku dan perpustakaan sebagai sumber informasi.

“Pada prinsipnya, bagaimana kita menggairahkan kembali semangat membaca anak-anak di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Jangan sampai kita mengarahkan anak-anak untuk melupakan buku yang merupakan salah satu sumber informasi yang dapat diakses di perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah maupun perpustakaan desa,” katanya.

Robertus menjelaskan peserta yang dinyatakan lolos dalam lomba tingkat Kabupaten TTU akan mewakili daerah tersebut pada lomba Duta Baca tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Anak-anak yang lolos hari ini akan mengikuti lomba di tingkat provinsi,” katanya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU sebelumnya membuka kuota pendaftaran sebanyak 50 peserta. Namun, hingga batas pendaftaran, sebanyak 25 siswa tercatat mendaftar dan mengikuti lomba Duta Baca tingkat kabupaten tersebut.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *