KEFAMENANU NEWS — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui program bantuan perlengkapan peserta didik.
Bantuan berupa perlengkapan sekolah, meliputi seragam, buku, tas, topi, dan dasi, diserahkan kepada peserta didik pada berbagai satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten TTU.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosep Frent Omenu, S.STP., bersama jajaran serta Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa sejak 29 September hingga 9 Oktober 2026.
Program bantuan perlengkapan peserta didik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka putus sekolah dan meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM). Program ini turut mendorong pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, meningkatkan motivasi belajar, serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya keluarga kurang mampu.

Sebagai daerah perbatasan negara, bantuan ini juga memastikan anak-anak TTU memperoleh perlengkapan sekolah yang layak dan representatif. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri peserta didik sekaligus mencerminkan kemajuan pembangunan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan Indonesia.
Pada tahun 2026, bantuan perlengkapan peserta didik jenjang SD diberikan kepada 15.679 siswa yang tersebar di 274 satuan pendidikan, terdiri atas 8.182 siswa laki-laki dan 7.497 siswa perempuan.
Sementara itu, pada jenjang SMP, bantuan diberikan kepada 2.565 peserta didik yang tersebar di 95 satuan pendidikan, terdiri atas 1.339 siswa laki-laki dan 1.226 siswa perempuan.
Dengan demikian, secara keseluruhan sebanyak 18.244 peserta didik jenjang SD dan SMP pada 369 satuan pendidikan di Kabupaten TTU menjadi penerima bantuan perlengkapan peserta didik tahun 2026.
Program bantuan tersebut mendapat respons positif dari para penerima. Para siswa mengaku senang dan bahagia karena mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten TTU.
Bagi peserta didik, bantuan perlengkapan sekolah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dalam mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga menjadi penyemangat untuk lebih rajin belajar dan meningkatkan semangat untuk datang ke sekolah.

Kegembiraan para siswa terlihat saat menerima perlengkapan sekolah yang diserahkan pemerintah. Mereka berharap perhatian tersebut dapat terus menjadi motivasi untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih baik serta mendorong mereka meraih prestasi di sekolah.
Saat menyerahkan bantuan kepada para siswa SMPK Santo Antonius Padua Sasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosep Frent Omenu, S.STP., menyampaikan bahwa program bantuan perlengkapan peserta didik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten TTU di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati TTU yang telah diakomodasi dalam RPJMD Tahun 2025–2030.
Program tersebut sejalan dengan misi kedua Pemerintah Kabupaten TTU, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang tumbuh inovatif dan berdaya saing.
Menurut Beato, pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan karena pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama dalam mempersiapkan generasi TTU agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
“Pemerintah sudah banyak membantu karena fokus kita adalah sumber daya manusia. Kita tidak boleh ketinggalan arus dan harus mampu berdaya saing,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta didik. Dukungan tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesungguhan siswa dalam belajar, menaati peraturan sekolah, serta terus mengembangkan potensi dan prestasi.
Beato juga mengingatkan para siswa/i agar tidak memandang bantuan pemerintah hanya sebagai fasilitas, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.

“Dengan pendidikan, kita bisa terjun di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, anak-anak harus rajin belajar, menaati aturan sekolah, dan menunjukkan prestasi yang baik,” pesannya.
Ia turut mengapresiasi para siswa/i SMPK Santo Antonius Padua Sasi yang selama ini dinilai mampu menunjukkan kemampuan untuk bersaing dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, sejumlah lulusan SMPK Santo Antonius Padua Sasi mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah tingkat SMA, termasuk sekolah unggulan seperti SMA Taruna.
Karena itu, ia berharap para siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMP Santo Antonius Padua Sasi dapat terus meningkatkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Harapan pemerintah yang disampaikan melalui Dinas P & K adalah agar siswa SMP Santo Antonius Padua Sasi bisa terus maju dan mampu bersaing. Anak-anak harus memiliki komitmen terhadap masa depan dan terus berjuang untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Beato menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, guru, orang tua, hingga peserta didik.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir generasi TTU yang memiliki karakter, kompetensi, kreativitas, serta daya saing dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
Penulis: Manto Manu, Diskominfotik Kabupaten TTU
Editor: Frumentus Bana, Diskominfotik Kabupaten TTU
