KEFAMENANUNEWS – Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, SH, mendorong agar berbagai potensi yang dimiliki desa tidak hanya dipertahankan sebagai kekayaan budaya, tetapi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kamillus Elu saat menghadiri pelaksanaan Program Intervensi Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT di Desa Tunbes, Kecamatan Biboki Moenleu, Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati TTU hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Drs. Fransiskus Sales Sodo.
Kamillus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memilih Desa Tunbes sebagai salah satu ruang intervensi pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menurutnya, intervensi pembangunan di desa tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan atau pelaksanaan kegiatan semata. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi lokal, sekaligus menggerakkan perekonomian dari tingkat desa.
“Potensi lokal tidak boleh hanya menjadi warisan budaya, tetapi harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tegas Kamillus.
Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyerahan bantuan prasarana tenun dan prasarana pertanian kepada kelompok tenun serta kelompok tani di Desa Tunbes.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menjalankan kegiatan produktif sesuai dengan potensi yang dimiliki, baik di bidang kerajinan tenun maupun pertanian.

Bagi pemerintah daerah, dukungan terhadap kelompok masyarakat menjadi penting agar potensi yang tersedia tidak berhenti pada tahap produksi tradisional, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan di Desa Tunbes juga diwarnai dengan pameran budaya dan pangan lokal non-beras. Masyarakat turut menampilkan berbagai potensi lokal yang dimiliki desa tersebut.
Lomba tarian likurai juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Desa Tunbes yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Kegiatan itu menunjukkan bahwa desa memiliki beragam sumber daya yang dapat dikembangkan secara terpadu, mulai dari sektor pertanian, kerajinan, pangan lokal hingga kebudayaan.
Karena itu, Wakil Bupati menekankan pentingnya memastikan agar intervensi pembangunan tidak berhenti pada penyerahan bantuan.
Menurutnya, bantuan harus diarahkan untuk menghasilkan produktivitas, potensi harus diolah menjadi nilai tambah, sementara berbagai kegiatan masyarakat harus bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
“Intervensi pembangunan harus berlanjut dari bantuan menjadi produktivitas, dari potensi menjadi nilai tambah, dan dari kegiatan menjadi peningkatan pendapatan masyarakat,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten TTU juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, kelompok masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, berbagai potensi desa diharapkan mampu dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kantor Desa Tunbes tersebut turut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten TTU, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda TTU, Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, Camat Biboki Moenleu, Pemerintah Desa Tunbes, serta masyarakat Desa Tunbes.
Program intervensi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan potensi desa sekaligus upaya mendorong agar roda perekonomian masyarakat terus bergerak dari desa.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
