PMI TTU Terima Hibah Rp500 Juta, Renovasi Markas Jadi Prioritas

KEFAMENANU, NEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menerima dana hibah sebesar Rp500 juta dari Pemerintah Kabupaten TTU untuk mendukung renovasi markas dan kebutuhan operasional organisasi kemanusiaan tersebut.

Dana hibah itu diserahkan langsung oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo kepada Ketua PMI TTU periode 2025–2030, Andina Winantuningtyas, di ruang kerja Bupati TTU, Kamis (29/10/2026).

Dari total dana tersebut, sebesar Rp400 juta diperuntukkan bagi renovasi markas, sedangkan Rp100 juta lainnya digunakan untuk mendukung operasional organisasi. Dana itu bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.

Ketua PMI TTU Andina Winantuningtyas mengatakan, dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi dorongan bagi organisasinya untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan setelah selama sekitar satu setengah tahun menjalankan berbagai kegiatan dengan mengandalkan dana swadaya.

“Dari hal-hal kecil yang kita lakukan, akhirnya mendapatkan atensi dari pemerintah. Sebelumnya, selama satu setengah tahun ini kita bergerak secara swadaya,” kata Andina.

Ia menjelaskan, renovasi markas menjadi prioritas penggunaan dana hibah karena keberadaan fasilitas yang memadai merupakan kebutuhan mendasar bagi PMI untuk menjalankan berbagai program kemanusiaan dan mengembangkan kerja sama dengan pihak lain.

Menurut dia, progres renovasi markas PMI TTU saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Meski demikian, dana hibah yang diterima belum sepenuhnya mencukupi seluruh kebutuhan pengembangan organisasi.

“Sebetulnya tidak cukup, tetapi daripada tidak sama sekali. Yang penting kita punya markas dulu. Kita mau bicara proyek yang lebih besar, tetapi kembali lagi, rumahnya punya atau tidak? Kalau tidak punya markas, bagaimana kita mau mendapatkan bantuan?” ujarnya.

Selain pembenahan markas, PMI TTU berencana melakukan restrukturisasi kepengurusan dan keanggotaan untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Saat ini, PMI TTU memiliki sekitar 15 relawan dan lima pengurus.

Andina mengatakan, penataan organisasi diperlukan agar pelaksanaan program dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan lebih terarah.

Di bidang kesehatan, PMI TTU telah menyelesaikan proyek penanganan rabies untuk periode Januari hingga Juli 2026 dan kembali memperoleh kepercayaan untuk melanjutkan proyek tersebut pada periode kedua.

PMI TTU juga sedang menunggu perkembangan rencana kerja sama dengan pihak Timor-Leste melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Selain itu, PMI TTU telah mengajukan proposal program penyediaan air bersih yang masih menunggu tindak lanjut.

Ke depan, PMI TTU juga berencana memperkuat keterlibatannya dalam penanganan bencana, penyediaan air bersih, pelayanan sosial, serta dukungan bagi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

Andina turut merencanakan pengembangan dapur sosial yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana maupun dalam situasi darurat lainnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *