Dinas Perpustakaan TTU Gelar Lomba Duta Baca, Dorong Minat Baca Anak

KEFAMENANU, NEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggelar lomba Duta Baca sebagai upaya meningkatkan minat baca anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Lomba yang mengusung tema “Anak-Anak TTU Gemar Membaca” dan subtema “Lestarikan Budaya TTU Lewat Cerita” itu berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU Robertus Nahas, S.Sos., dan menghadirkan tiga orang juri, yakni Drs. Yohanes Sanak, M.A. sebagai ketua, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, S.Spi. sebagai sekretaris, serta A. Jefri Banu, S.Fil., M.Si. sebagai anggota.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU Robertus Nahas mengatakan, lomba Duta Baca merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memotivasi anak-anak agar meningkatkan kegemaran membaca sejak usia dini.

“Melalui lomba Duta Baca ini, kita berusaha memotivasi anak-anak agar gemar membaca sejak dini. Kita melihat dengan perkembangan media sosial, minat membaca anak mulai menurun, padahal buku merupakan jembatan bagi anak-anak untuk memperkaya diri dengan berbagai informasi dan meningkatkan kemampuan membaca,” katanya.

Menurut dia, Duta Baca diharapkan dapat menjadi penggerak yang mampu menumbuhkan kembali semangat membaca di kalangan anak-anak.

“Duta Baca ini sebenarnya seperti lilin yang memberikan energi baru untuk menerangi teman-teman yang semangat bacanya rendah atau merasa bahwa membaca itu sudah tidak relevan lagi,” ujarnya.

Robertus mengatakan, budaya membaca perlu terus digairahkan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurut dia, perkembangan teknologi tidak boleh membuat anak-anak meninggalkan buku sebagai salah satu sumber informasi.

“Pada prinsipnya, bagaimana kita menggairahkan kembali semangat membaca anak-anak di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Jangan sampai kita mengarahkan anak-anak untuk melupakan buku yang merupakan salah satu sumber informasi yang dapat diakses di perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah maupun perpustakaan desa,” katanya.

Ia menjelaskan, lomba Duta Baca tingkat Kabupaten TTU juga menjadi bagian dari proses seleksi untuk mengikuti lomba Duta Baca tingkat Provinsi NTT.

“Anak-anak yang lolos hari ini akan mengikuti lomba di tingkat provinsi,” katanya.

Selain lomba Duta Baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU sebelumnya pada 5-6 Oktober 2026 juga mengikuti kegiatan lokakarya pelatihan pemanfaatan buku bermutu dan penataan perpustakaan.

Kegiatan tersebut melibatkan kepala sekolah, guru dan pustakawan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi serta pengelolaan perpustakaan di lingkungan sekolah.

Robertus menjelaskan, kegiatan lokakarya tersebut diinisiasi oleh Ekosistem Koordinator Inovasi Provinsi NTT bersama Inovasi Daerah TTU, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU serta Pokja Bunda Literasi Kabupaten TTU.

“Sebenarnya yang menyelenggarakan kegiatan itu Inovasi Daerah Provinsi NTT. Sasarannya kepala sekolah, para guru dan pustakawan sebagai kolaborasi Ekosistem Koordinator Inovasi Provinsi NTT, Inovasi Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Pokja Bunda Literasi,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera membentuk tim yang difasilitasi Ekosistem Koordinator Inovasi Provinsi NTT untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan membaca terbimbing sekaligus membantu memberikan pendampingan terkait penataan perpustakaan yang baik.

“Kami akan membentuk tim yang difasilitasi oleh Ekosistem Koordinator Inovasi Provinsi untuk memonitor sejauh mana prosedur membaca terbimbing berjalan dan membantu memberikan pencerahan tentang penataan perpustakaan yang baik,” ujarnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *