Disdikbud TTU Perkuat Literasi dan Numerasi Melalui Program Inovasi

KEFAMENANU, NEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia menggelar kegiatan Refleksi Ekosistem Pendidikan di Hotel Viktory II, Kefamenanu, Rabu (21/10).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosep F.X. Omenu, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setelah pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Program INOVASI untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Ia menjelaskan, program INOVASI di Kabupaten TTU mulai berjalan pada Juli. Setelah itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan sejumlah tahapan seleksi untuk menjaring fasilitator daerah (Fasda) yang akan mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dari 95 calon fasilitator daerah yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 25 orang dinyatakan terpilih. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang bagi calon fasilitator yang belum lolos untuk berkontribusi melalui pendampingan dan pengamatan lebih lanjut.

“Untuk mereka yang belum lolos seleksi, kalau bisa kita tetap akomodasi dengan observasi-observasi lebih lanjut sehingga mereka bisa membantu atau membagikan pengetahuan kepada rekan-rekan guru di satuan pendidikan masing-masing. Maksimal, pengetahuan itu bisa dibagikan kepada guru-guru di gugus atau wilayah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Di TTU terdapat 24 K3S,” kata Omenu.

Ia menjelaskan, proses perekrutan calon fasilitator daerah dilakukan melalui rapat bersama para pengawas sekolah. Selanjutnya, para pengawas merekomendasikan guru-guru yang dinilai memiliki kompetensi untuk mengikuti seleksi.

Menurut Omenu, para fasilitator daerah terpilih nantinya bertugas menyebarluaskan pengetahuan dan strategi pembelajaran yang diperoleh melalui pendampingan Program INOVASI kepada guru-guru lain di Kabupaten TTU.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkenalkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mudah diterapkan untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan menulis peserta didik.

“Banyak strategi bagus yang selama ini belum dilakukan. Melalui kerja sama ini, kami memperoleh strategi-strategi yang lebih mudah untuk menstimulasi dan mendorong anak-anak agar memiliki minat membaca dan menulis,” ujarnya.

Omenu menambahkan, Pemerintah Kabupaten TTU juga telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 54 tentang Akselerasi Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Karakter.

Salah satu poin dalam instruksi tersebut mewajibkan kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Kebijakan itu diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.

“Kami berharap pada 2027, hasil asesmen yang dirilis pada 2026 dapat menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dibandingkan kondisi saat ini,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *