Gubernur NTT Resmikan NTT Mart SMKN 1 Kefamenanu, Dorong Sekolah Jadi Motor Produk Unggulan

KEFAMENANU, NEWS – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan NTT Mart berbasis program One School One Product (OSOP) di SMKN 1 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Senin (30/3/2026).

Peresmian NTT Mart ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong perubahan paradigma masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen. Melalui program ini, sekolah diharapkan menjadi pusat pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal sekaligus wadah pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakatnya dalam mengelola potensi yang dimiliki. Ia menekankan pentingnya mendorong demokrasi ekonomi agar masyarakat dapat menikmati hasil produksi daerah sendiri.

“Tidak ada perubahan di suatu daerah atau bangsa kecuali dia sendiri yang mengubah nasibnya. Demokrasi politik sudah berjalan, kini saatnya demokrasi ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas siswa, Gubernur Melki turut membeli sejumlah produk hasil karya pelajar, di antaranya mesin pencacah pakan ternak senilai Rp3,5 juta, alat jemur pakaian Rp600 ribu, alat tenun Rp1,25 juta, serta kompor berbahan oli bekas seharga Rp500 ribu. Ia juga membeli berbagai produk lain seperti makanan, minuman, dan kain tenun.

Menurutnya, NTT Mart tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemasaran produk, tetapi juga sebagai laboratorium kewirausahaan berbasis praktik. Melalui fasilitas ini, siswa dilatih mengelola produksi, menjaga kualitas, mengatur keuangan, hingga memasarkan produk secara langsung.

Gubernur juga mendorong setiap sekolah di NTT untuk memiliki minimal satu produk unggulan yang dapat dipasarkan, baik melalui NTT Mart maupun platform digital. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan sektor perbankan dalam mendukung akses permodalan bagi siswa.

Sementara itu, Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamillus Elu, menegaskan bahwa sekolah menengah kejuruan harus mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan.

“SMK dipersiapkan untuk bekerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. Kehadiran NTT Mart ini menjadi laboratorium kewirausahaan yang nyata bagi siswa,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya. Ia berharap NTT Mart dapat terus berkembang dan menjadi pusat pemasaran produk sekolah yang dikenal luas oleh masyarakat.

Peresmian NTT Mart ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.Gubernur Melki pun mengajak generasi muda NTT untuk berani berwirausaha dan tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara.

“Anak-anak muda NTT harus siap menjadi pengusaha, bukan hanya PNS,” tegasnya.

Diketahui, SMKN 1 Kefamenanu memiliki delapan konsentrasi keahlian teknik dengan dukungan 87 tenaga pendidik, 13 tenaga kependidikan, serta 1.187 siswa. Kehadiran NTT Mart diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan melahirkan pelaku usaha muda yang mandiri dan inovatif.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *