Wakil Bupati TTU Kamillus Elu Dorong Pengembangan Pelabuhan Wini dalam Rakor Hidro-Oseanografi 2026

KEFAMENANUNEWS,— Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamillus Elu, menghadiri Rapat Koordinasi Analisis Penguatan Pemetaan Batimetri dan Alur Laut serta Survei Hidro-Oseanografi Tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, di Hotel Aston Kupang.

Rapat koordinasi tersebut merupakan langkah strategis yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut serta melibatkan 27 kementerian dan lembaga terkait.

Kegiatan ini difokuskan pada penyelarasan program survei dengan prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, khususnya pada aspek pertahanan, keamanan, pengelolaan wilayah maritim, dan pengembangan ekonomi biru.

Rakor ini dihadiri oleh berbagai narasumber penting, di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur, Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut sebagai Narasumber I, serta Rektor Universitas Nusa Cendana sebagai Narasumber III.

Turut hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT serta Katarina Agusta Paulus yang memberikan pandangan akademis terkait pengembangan wilayah maritim.

Dalam kesempatan tersebut, Kamillus Elu menyampaikan usulan kepada tim survei agar dapat mendukung pelaksanaan survei di Pelabuhan Wini. Ia berharap pelabuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi pelabuhan penumpang guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Kami berharap tim survei dapat memberikan perhatian khusus terhadap Pelabuhan Wini, sehingga ke depan dapat dikembangkan menjadi pelabuhan penumpang yang representatif,” ujar Kamillus Elu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT menjelaskan bahwa pemerintah provinsi tengah mengupayakan pengoperasian kapal feri dengan rute Kupang–Naikliu–Wini (PP). Saat ini, uji coba baru dilakukan pada rute Kupang–Naikliu, namun belum berlanjut karena masih menghadapi kendala teknis dan dalam tahap evaluasi.

Dari sisi akademis, Katarina Agusta Paulus menekankan pentingnya menjadikan Pelabuhan Wini sebagai prioritas dalam pelaksanaan survei.

Menurutnya, lokasi pelabuhan yang berada di wilayah perbatasan dengan Timor Leste, khususnya Distrik Oecusse, memiliki nilai strategis yang tinggi dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Tim survei dalam rapat tersebut juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terdapat 20 titik usulan lokasi survei.
Namun, hanya tiga titik yang dapat disetujui karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

Keberadaan dan pengembangan Pelabuhan Wini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Timor Tengah Utara, sekaligus membuka akses transportasi laut yang lebih luas menuju berbagai wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan, Jawa, dan pulau-pulau lainnya.(*)

Penulis : Poldus Meomanu

Editor: Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *