KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Kesehatan menggelar evaluasi pelaksanaan program Cakupan Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan di daerah itu.
Pertemuan yang dibuka Wakil Bupati TTU Kamillus Elu tersebut berlangsung di Aula Hotel Ariesta, Kefamenanu, Rabu (9/9/2026), dan dihadiri para camat serta kepala puskesmas se-Kabupaten TTU.
Wakil Bupati Kamillus Elu mengatakan evaluasi dilakukan karena capaian program CKG di sejumlah puskesmas masih rendah berdasarkan hasil monitoring Dinas Kesehatan.
“Menurut informasi dari Kepala Dinas Kesehatan, capaian kinerja CKG di TTU merupakan yang terendah di NTT. Karena itu, kita perlu mengevaluasi bersama apa yang menjadi kendala di lapangan,” katanya.
Ia mengatakan sejumlah puskesmas telah menunjukkan capaian yang baik, antara lain Puskesmas Oemeu, Tasinifu, Bitefa, dan Bijaepasu. Namun, masih terdapat puskesmas yang membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan cakupan pelayanan.
Menurut dia, salah satu kendala yang ditemukan adalah kurangnya koordinasi antara puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Karena itu, para camat diminta berkoordinasi dengan kepala desa untuk menentukan waktu pelayanan yang sesuai dengan aktivitas masyarakat sehingga warga lebih mudah mengakses layanan CKG.
“Kita koordinasikan dengan desa untuk menentukan waktu yang tepat, misalnya pada hari Minggu atau saat hari pasar, sehingga masyarakat bisa datang dan memanfaatkan pelayanan ini. CKG ini gratis, sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari 26 kecamatan di Kabupaten TTU terdapat 10 puskesmas yang telah memiliki capaian kinerja CKG tinggi, sedangkan 16 puskesmas lainnya masih memiliki capaian yang perlu ditingkatkan.
Selain persoalan koordinasi dan waktu pelayanan, kata dia, kendala jaringan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan CKG di lapangan.
“Masalahnya ada yang datang hanya beberapa orang, kurang koordinasi, kemudian ada juga masalah jaringan. Karena itu, setiap tiga bulan kita akan evaluasi progres dan kendalanya,” katanya.
Kamillus juga meminta setiap puskesmas menyampaikan laporan secara berkala mengenai pelaksanaan CKG agar pemerintah dapat mengetahui kondisi dan kendala yang terjadi di lapangan.
“Kalau ada laporan, kita bisa tahu apakah jaringan terkoneksi dengan baik atau tidak. Dari laporan itu juga kita bisa mengetahui masalahnya, apakah dari masyarakat, jaringan atau hal lainnya, sehingga bisa segera dikoordinasikan untuk perbaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan evaluasi tersebut bukan sekadar untuk mencari kelemahan, tetapi menjadi upaya bersama untuk menyelesaikan berbagai kendala sehingga pelayanan CKG di Kabupaten TTU semakin optimal.
“Tidak usah tangisi masalahnya, tetapi selesaikan masalahnya. Mengatasi masalah tanpa masalah,” katanya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
