KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menerima 24 dokter internsip untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah itu.
Para dokter internsip tersebut diterima langsung Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo di Aula Kantor Bupati sementara di Oemanu, Kamis (24/9/2026).
Bupati mengatakan para dokter akan ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Rumah Sakit Leona, Dinas Kesehatan, serta sejumlah puskesmas.
Ia meminta para dokter segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan adat istiadat setempat agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Harapan kita segera menyesuaikan diri dengan lingkungan adat istiadat yang ada,” kata Bupati.
Bupati mengatakan Pemkab TTU juga berupaya memperkuat ketersediaan dokter spesialis. Pada Agustus 2026, dirinya telah menyurati jajaran Angkatan Darat untuk meminta dukungan dokter spesialis dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) untuk diperbantukan di RSUD Kefamenanu.
“Pada tanggal 6 ini saya ke Jakarta. Nanti saya akan meminta beberapa dokter spesialis dari RSPAD untuk diperbantukan di RSUD selama masa kami menyekolahkan dokter yang ada, sehingga dua atau tiga tahun kemudian kami sudah punya dokter spesialis,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran dokter internsip dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat TTU.
“Lakukan pelayanan dengan hati, dengan kasih, agar bapak dan ibu sekalian diterima,” katanya.
Bupati juga meminta para dokter meninggalkan kesan positif selama bertugas sehingga kehadiran mereka dapat dikenang oleh masyarakat TTU.
Ia menegaskan Pemkab TTU terbuka menerima masukan maupun kendala yang dihadapi para dokter selama menjalankan tugas.
“Apabila dalam pelaksanaannya ada persoalan, sampaikan saja. Saya dengan senang hati akan mencarikan solusi,” ujarnya.
Selain mendatangkan dokter internsip, Pemkab TTU, kata Bupati, terus mendorong dokter yang telah bertugas di daerah itu untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui dukungan beasiswa dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Dokter-dokter yang sudah bertugas di sini dan tidak mau ke mana-mana kita dorong untuk mengambil spesialis melalui beasiswa dari kementerian maupun Pemda,” katanya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
