KEFAMENANU NEWS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mendorong pengembangan kerajinan tenun ikat lokal melalui pemberian motivasi kepada empat kelompok tenun yang berada di kawasan transmigrasi Ponu, Kecamatan Biboki Anleu.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten TTU atau yang mewakili, melalui Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Willi Lori, memberikan arahan dan motivasi kepada para anggota kelompok tenun agar tetap bersemangat dalam mengembangkan usaha kerajinan tenun tradisional.
Willi Lori menegaskan bahwa kualitas hasil tenunan, kerapian pengerjaan, serta keunikan motif lokal harus menjadi perhatian utama setiap kelompok. Menurutnya, aspek-aspek tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk tenun asal Kabupaten TTU agar mampu bersaing dengan produk tenun dari daerah lain.
Saat mengunjungi dan melihat secara langsung hasil pekerjaan dari empat kelompok tenun tersebut, pihaknya menemukan sejumlah produk dengan kualitas yang sangat baik. Potensi ini dinilai menjadi modal penting bagi para pengrajin untuk terus mengembangkan usaha tenun ikat sekaligus mempertahankan kualitas produksi yang telah dicapai.

Ia berharap seluruh anggota kelompok tenun tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi terus meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas hasil produksi, serta mempertahankan keaslian motif tenun daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang harus dilestarikan.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten TTU diharapkan dapat memberikan perhatian melalui dukungan dan bantuan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kelompok penenun. Dukungan tersebut dinilai penting agar kegiatan produksi tenun dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan hasil kerajinan dan produktivitas para pengrajin.
Dengan adanya pendampingan, motivasi, serta dukungan dari pemerintah daerah, produk tenun dari kawasan Ponu diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda TTU berharap empat kelompok tenun tersebut semakin termotivasi untuk menghasilkan produk berkualitas, menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, serta meningkatkan peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan kerajinan tenun ikat.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam memperkuat potensi kerajinan lokal, sekaligus mendorong tenun ikat Ponu agar semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis: Manto Manu / Diskominfotik Kab. TTU
Editor: Frumentus Bana / Diskominfotik Kab. TTU
