KEFAMENANU
KEFAMENANUNEWS, – Pagi itu menjadi momen yang tak pernah dibayangkan Kanisius Nitjano bersama keluarganya. Di tengah perjalanan kegiatan jalan sehat Tour de EnTeTe 2026 dari Desa Oeprigi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menuju Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebuah kunjungan istimewa mengubah suasana harinya menjadi penuh haru.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasalle Kebo, Ketua DPRD TTU Kristoforus Efi, ST, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, menyempatkan diri singgah di kediaman Kanisius di RT 02, Desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar menyapa warga. Di hadapan Kanisius dan keluarganya, Gubernur Melki menyerahkan bantuan satu unit rumah layak huni berukuran 6 x 8 meter yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi NTT.
Bagi Kanisius, seorang petani yang selama ini menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya, bantuan tersebut menjadi anugerah yang begitu berarti. Rasa haru tak mampu dibendung hingga air matanya jatuh ketika menerima bantuan rumah yang diharapkan dapat memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarganya.
Momen sederhana itu sekaligus memperlihatkan makna lain dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Perayaan yang tidak hanya diisi dengan seremoni dan kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan kepedulian pemerintah secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.
Tour de EnTeTe, Olahraga yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Kegiatan Tour de EnTeTe 2026 merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi NTT yang dikemas dengan konsep berbeda. Pemerintah Provinsi NTT memadukan kegiatan olahraga, aksi sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta promosi pariwisata daerah.
Untuk Etape II Daratan Timor, kegiatan dipusatkan di Kantor Desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Kamis (5/11/2026).
Sekitar 1.600 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN), atlet, komunitas olahraga hingga masyarakat umum dari Kabupaten TTU dan TTS.
Para peserta menempuh perjalanan jalan sehat sejauh kurang lebih 10 kilometer dengan garis akhir di Kantor Camat Polen, Kabupaten TTS.
Namun, ada hal menarik dari pelaksanaan kegiatan tahun ini. Gubernur Melki bersama sekitar 200 ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT memilih menginap di rumah-rumah warga di sekitar Desa Oeprigi.
Menariknya, para peserta tidak sekadar menumpang menginap. Mereka tetap membayar biaya penginapan dan konsumsi yang disediakan masyarakat setempat.
Dengan pola tersebut, kegiatan pemerintah diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi keluarga-keluarga yang menjadi tuan rumah.
Gubernur Melki menjelaskan, konsep Tour de EnTeTe tahun ini memang dirancang agar kegiatan olahraga tidak berhenti pada aktivitas fisik semata, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin kegiatan Tour de EnTeTe 2026 bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi, membantu sesama, mengunjungi masyarakat, dan menggerakkan ekonomi rakyat. Ini kegiatan sederhana, murah meriah, tetapi dampaknya bisa besar bagi masyarakat kecil,” ujar Gubernur Melki saat melepas peserta.
Bedah Rumah untuk Masyarakat Miskin Ekstrem
Lebih jauh, Gubernur Melki menegaskan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi NTT harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi lemah.
Menurutnya, perayaan tersebut menjadi momentum untuk menggerakkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), mendorong sektor pariwisata, serta membangun kepedulian sosial melalui keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra pemerintah.
Salah satu langkah konkret yang didorong adalah program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya minta Dinas PUPR NTT supaya membedah rumah milik masyarakat kecil pada setiap kabupaten. Setiap kabupaten diberi jatah lima unit rumah dengan sasaran janda, masyarakat yang sudah lanjut usia maupun masyarakat miskin dengan kategori miskin ekstrem,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Bantuan rumah bagi Kanisius Nitjano di Desa Oeprigi menjadi salah satu gambaran bagaimana semangat perayaan HUT Provinsi NTT diterjemahkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Hadiah Perjalanan Rohani bagi Peserta Terbaik
Tidak hanya berfokus pada olahraga dan bantuan sosial, Gubernur Melki juga mengungkapkan gagasan memberikan penghargaan khusus kepada lima peserta terbaik Tour de EnTeTe dari berbagai latar belakang agama.
Menurutnya, penghargaan tersebut dirancang dalam bentuk kesempatan melakukan perjalanan rohani sesuai agama masing-masing.
Peserta beragama Islam direncanakan memperoleh kesempatan umrah ke Mekah, peserta Kristen ke Israel, peserta Katolik ke Roma, serta peserta Hindu dan Buddha ke India.
Gagasan ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap keberagaman masyarakat NTT.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT ingin menjadikan peringatan HUT ke-68 sebagai momentum memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, perjalanan Tour de EnTeTe 2026 di Daratan Timor bukan hanya tentang ribuan langkah peserta menempuh rute Oeprigi menuju Polen. Lebih dari itu, ada langkah kepedulian yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Bagi Kanisius Nitjano dan keluarganya, perjalanan tersebut meninggalkan kenangan yang jauh lebih besar daripada sebuah kegiatan olahraga. Sebuah rumah baru menjadi harapan baru, sekaligus bukti bahwa perayaan hari jadi daerah akan terasa lebih bermakna ketika kebahagiaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.
Penulis : Poldus Meomanu
Editor : Frumentus Bana
