KEFAMENANU NEWS,– Rumah Sakit Pratama (RSP) Ponu di Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi meraih akreditasi paripurna atau bintang lima D Pratama.
Dengan capaian tersebut, mutu pelayanan RSP Ponu dinilai telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh lembaga akreditasi. Status ini sekaligus membuka peluang kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna mendukung pembiayaan jasa tenaga kesehatan dan operasional rumah sakit.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSP Ponu, dr. Theresia Mulowato, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut diresmikan pada 12 Juli 2023, dengan pelayanan rawat jalan mulai berjalan sejak November 2023.

“Akreditasi dilakukan pada 31 Oktober 2025 dan kami dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi,” ungkap dr. Theresia saat diwawancarai pekan lalu.
Ia menyebutkan, dari 16 rumah sakit dan fasilitas kesehatan se-NTT yang dinilai, RSP Ponu meraih nilai tertinggi dengan predikat paripurna bintang lima.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan karena pelayanan yang kami berikan harus terus sesuai standar dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, dr. Theresia mengakui masih terdapat keterbatasan, khususnya pada SDM tenaga kesehatan, sarana prasarana, serta alat kesehatan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah tenaga Ahli Teknik Elektromedik (ATEM) untuk menangani dan memelihara alat kesehatan.

“Alat radiologi sudah tersedia dan cukup canggih, namun perizinannya masih dalam proses. Dokter dan bidan sudah cukup, tetapi perawat masih kurang. Ke depan, untuk naik tingkat akreditasi, harus dilengkapi dokter spesialis,” jelasnya.
Menurut Dr. Theresia, selama ini pelayanan di RSP Ponu dilakukan secara gratis, dengan IGD 24 jam. Jam pelayanan rawat jalan berlangsung Senin–Kamis pukul 08.15–14.00 WITA, Jumat 08.15–11.00 WITA, dan Sabtu 08.15–12.00 WITA.
“Sebelum akreditasi, jumlah pasien sekitar 18–20 orang per hari. Setelah akreditasi meningkat menjadi lebih dari 50 pasien per hari,” pungkasnya.
Penulis: Apson Benu
Editor : Kristo Ukat
