Bupati TTU Lantik dan Kukuhkan Bunda Literasi Kabupaten TTU Periode 2026–2030

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Delasalle Kebo melantik dan mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten TTU periode 2026–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMAK Warta Bakti Kefamenanu, Kamis (5/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Falent itu menyampaikan ucapan selamat kepada Bunda Literasi Kabupaten TTU yang baru saja dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat menjadi pelita dalam menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten TTU, saya menyampaikan profisiat kepada Bunda Literasi Kabupaten Timor Tengah Utara yang hari ini dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi pelita yang menyalakan cinta baca di setiap rumah dan sekolah serta melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya.

Bupati Falent juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten TTU atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan tersebut yang dirangkaikan dengan peresmian Pojok Baca Digital di SMAK Warta Bakti Kefamenanu.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen bersama dalam membangun budaya literasi di daerah. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan dan perubahan zaman.

“Literasi adalah jendela untuk memahami dunia sekaligus cermin untuk mengenal diri sendiri. Dalam setiap lembar buku tersimpan gagasan, dan dari setiap gagasan lahir perubahan serta harapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kabupaten TTU memiliki kekayaan budaya, nilai adat, serta kearifan lokal yang luar biasa. Namun di era digital saat ini, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan baru berupa arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, generasi muda perlu dibekali dengan berbagai bentuk literasi, mulai dari literasi baca tulis, literasi digital, literasi budaya hingga literasi karakter agar mampu menghadapi perubahan zaman. Literasi sendiri menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Lebih lanjut Bupati menegaskan bahwa Bunda Literasi tidak hanya menjadi simbol, tetapi harus menjadi penggerak dan inspirator dalam menumbuhkan budaya membaca di masyarakat. Peran tersebut dinilai penting karena keluarga merupakan tempat pertama pendidikan dan pembentukan karakter anak.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati TTU juga meresmikan Pojok Baca Digital SMAK Warta Bakti Kefamenanu. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi jembatan antara tradisi membaca dengan perkembangan teknologi digital serta memperluas akses pengetahuan bagi para pelajar.

“Saya membayangkan suatu hari nanti, dari pojok-pojok baca ini lahir generasi TTU yang cerdas, kritis dan berkarakter. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bangga terhadap budayanya, dan tetap terbuka terhadap dunia,” pungkasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga hingga komunitas untuk bersama-sama mendukung gerakan literasi di Kabupaten TTU demi membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan masa depan daerah yang lebih baik.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *