Edukasi Antikorupsi, Ketua Pokja Bunda PAUD TTU Ajak Anak Usia Dini Belajar Jujur

KEFAMENANU NEWS,– Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati mengajak anak-anak usia dini membiasakan hidup jujur sebagai langkah awal membangun karakter antikorupsi.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan edukasi antikorupsi bagi pelajar PAUD dan TK di Tenda Edukasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Lapangan Upacara Kantor Bupati TTU, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WITA itu merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) yang diselenggarakan KPK RI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten TTU guna menanamkan nilai-nilai integritas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Elisabeth didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Anna V.N. Ndaumanu, S.STP., bersama staf serta anggota Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU.

Dongeng Jadi Media Edukasi

Sehari sebelumnya, Kamis (23/7/2026), Ny. Elisabeth juga memberikan edukasi antikorupsi kepada pelajar SD/MI kelas I–III di lokasi yang sama. Kegiatan itu dikunjungi Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, S.H., Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos.

Melalui metode mendongeng dengan kisah “Miko Detektif Kejujuran”, Bunda Elisabeth mengajak anak-anak memahami pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu ilustrasi yang disampaikan adalah seorang anak yang diberi uang Rp5.000 untuk membeli garam seharga Rp3.000. Sisa uang Rp2.000 harus dikembalikan kepada orang tua, bukan digunakan untuk membeli permen. Pesan sederhana tersebut mengajarkan bahwa kejujuran dimulai dari hal-hal kecil.

Melalui cerita itu, anak-anak diajak menjadi pribadi yang amanah, tidak menuduh tanpa bukti, berani mengakui kesalahan, mengembalikan barang yang bukan miliknya, serta menjaga barang milik bersama.

Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti yel-yel antikorupsi.

“Siapa kita?””Anak Jujur!”

“Anak jujur itu?”

“Hebat, Amanah, Berani… Stop Korupsi!”

Anak-anak juga mengucapkan Ikrar Anak Jujur, menyanyikan lagu-lagu edukatif, serta mengikuti kuis interaktif tentang KPK dan nilai-nilai kejujuran. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan memperoleh hadiah menarik. Dalam kegiatan tersebut, Bunda Elisabeth turut didampingi Kak Via dari KPK RI.Antusiasme peserta terlihat tinggi.

Sejumlah anak bahkan secara sukarela maju untuk menjawab pertanyaan tanpa diminta. Kepolosan, keceriaan, dan semangat mereka menjadi bukti bahwa pendidikan antikorupsi dapat ditanamkan melalui pendekatan yang menyenangkan.

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 itu ditutup dengan pembagian suvenir kepada seluruh peserta sebagai pengingat bahwa kejujuran merupakan pondasi utama dalam membangun generasi berintegritas dan Indonesia yang bebas dari korupsi.

Apresiasi untuk KPK RI

Selain menjadi narasumber edukasi bagi anak-anak, Ny. Elisabeth juga mengikuti kegiatan sosialisasi antikorupsi yang digelar KPK RI di Bale Biinmaffo pada Jumat (24/7/2026), yakni sosialisasi bagi pemuda, komunitas, pengurus partai politik, kaum perempuan, serta tokoh agama.

Diwawancarai usai kegiatan, Ny Elisabeth menyampaikan apresiasi kepada KPK RI yang telah memilih Kabupaten TTU sebagai salah satu lokasi Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah pencegahan korupsi yang sangat baik karena menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

“Khusus bagi pelajar, tujuan utamanya adalah menumbuhkan sikap jujur sebagai salah satu nilai utama dalam membangun integritas antikorupsi. Karakter seperti ini tentu membutuhkan proses yang panjang,” ujarnya.

Ilmu yang Didapat Sangat Bermanfaat

Ny. Elisabeth mengatakan ilmu yang diperoleh selama kegiatan roadshow JNBA sangat bermanfaat. “Ilmu yang kami dapat hari ini sangat bermanfaat. Materinya akan kami bagikan agar dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat membangun budaya antikorupsi dimulai dari diri sendiri.”Kalau kita menunjuk orang lain dengan satu jari, sesungguhnya empat jari lainnya menunjuk kepada diri kita sendiri. Karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, organisasi yang kita ikuti, kemudian diterapkan juga di sekolah-sekolah,” tutupnya.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Ftumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *