KEFAMENANU NEWS,- Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny. Tri Suswati Tito Karnavian mengunjungi Gedung Dekranasda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga menjadi lokasi NTT Mart, Kamis (25/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan kerja di Kabupaten TTU sekaligus momentum untuk melihat secara langsung aktivitas para penenun lokal yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga di daerah.
Selain melakukan peninjauan, Istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian di Kabupaten TTU ini juga membeli sejumlah kain tenun dan hasil kreasi UMKM lokal di NTT Mart.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Ny. Andina Winantuningtyas, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Ny. Elisabeth Endang Susilowati dan Kapolres TTU, Eliana Papote.
Kehadiran rombongan disambut antusias oleh para penenun yang sedang melakukan proses produksi kain tenun khas TTU.Usai meninjau aktivitas penenun, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari program kerja TP PKK Tahun 2026 yang berkolaborasi dengan Dekranas dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
“Kami melaksanakan berbagai kegiatan bersama TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Pokja II yang berkolaborasi dengan Dekranas karena sama-sama bertujuan mendorong ekonomi keluarga dan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, banyak ibu rumah tangga yang kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga melalui usaha tenun. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dekranas bersama TP PKK memberikan pelatihan pemanfaatan pewarna alami kepada kelompok-kelompok penenun di Kabupaten TTU. Selain pelatihan, bantuan berupa peralatan produksi dan bahan baku benang juga diberikan guna mendukung keberlanjutan usaha para penenun.

Ny. Tri Suswati berharap pemanfaatan pewarna alami dapat meningkatkan kualitas tenun khas TTU sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Ny. Andina Winantuningtyas, menjelaskan bahwa pelatihan pemanfaatan pewarna alami diikuti oleh 50 kelompok penenun yang terdiri dari kelompok lama maupun kelompok yang baru dikukuhkan.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkenalkan penggunaan bahan-bahan alami yang tersedia di daerah sebagai alternatif pengganti pewarna kimia.”Pewarna alam sebenarnya ada di TTU, namun jumlahnya masih terbatas. Karena itu ke depan perlu adanya upaya bersama untuk menanam lebih banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami,” jelasnya.
Ny. Andina berharap pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan keterampilan para penenun serta mendorong lahirnya kelompok-kelompok penenun baru yang semakin produktif. Ia juga mengajak seluruh kelompok penenun untuk bersama-sama mengembangkan sumber bahan baku pewarna alami demi mendukung keberlanjutan industri tenun daerah.

Melalui kunjungan dan dukungan yang diberikan Ketua Harian Dekranas, Pemerintah Kabupaten TTU optimistis sektor kerajinan tenun akan terus berkembang sebagai salah satu produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal Kabupaten TTU.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
