KEFAMENANU, NEWS – Bunyi giring-giring memecah keheningan pagi di Gedung Bale Biinmaffo, Kefamenanu. Dentingnya berpadu dengan tabuhan gong dan tamburin yang dimainkan penuh semangat oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Kefamenanu.
Pagi itu, Bale Biinmaffo tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya sebuah acara. Gedung yang beberapa hari terakhir terasa lengang akibat hujan yang terus mengguyur itu mendadak hidup. Irama musik tradisional mengalun, mengiringi langkah seorang tamu istimewa yang datang dari ibu kota.
Di tengah senyum para penari dan sorot mata penuh antusias dari para peserta, Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, memasuki arena kegiatan. Tepuk tangan pun bergema, menyatu dengan alunan tarian gong yang menjadi simbol penghormatan masyarakat Timor Tengah Utara kepada tamu yang mereka sambut dengan hangat.
Gerakan para penari yang lincah dan harmonis seolah bercerita tentang keramahan masyarakat Bumi Biinmaffo. Bunyi giring-giring yang melekat di kaki para penari terdengar nyaring, menciptakan irama khas yang menghidupkan suasana. Sesekali, Tri Suswati Tito Karnavian tampak tersenyum dan bertepuk tangan menikmati suguhan budaya yang ditampilkan para pelajar.
Namun, kedatangan Ketua Umum TP PKK Pusat bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang membawa pesan penting tentang kesehatan, terutama bagi generasi muda. Bersama rombongan, Tri menghadiri kegiatan Sosialisasi Masalah Tuberkulosis (TBC), Kesehatan Reproduksi Remaja, serta Cek Kesehatan Gratis bagi pelajar.
Kegiatan yang mengusung tema “PKK Peduli Kesehatan” itu menjadi ruang edukasi bagi para remaja untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui subtema “Bersama Remaja Cerdas: Cegah TBC dan HIV/AIDS, Jaga Kesehatan Reproduksi, Wujudkan Generasi Sehat, Berkualitas, dan Siap Meraih Masa Depan Gemilang,” para peserta diajak melihat kesehatan sebagai investasi masa depan.
Di balik kemeriahan tarian penyambutan, tersimpan harapan besar. Harapan agar para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Harapan agar penyakit yang masih menjadi tantangan, seperti TBC dan HIV/AIDS, dapat dicegah melalui pengetahuan dan kepedulian bersama.
Pagi itu, tarian gong bukan hanya menjadi pertunjukan budaya. Ia menjadi bahasa penyambutan, ungkapan penghormatan, sekaligus penanda hadirnya semangat baru untuk mewujudkan generasi TTU yang lebih sehat dan berkualitas. Di antara denting giring-giring dan tabuhan gong yang menggema di Bale Biinmaffo, harapan itu seakan ikut menari bersama.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
