Pemkab TTU Dorong 24 PAUD Menjadi PAUD Holistik Integratif

KEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten TTU terus mendorong pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi PAUD Holistik Integratif (PAUDHI).

Kepala Dinas P dan K Kabupaten TTU, Beato Yosep Frent Omenu, S.STP, saat diwawancarai, Rabu (19/8/2026), menjelaskan, sebanyak 24 PAUD yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten TTU akan dikembangkan menjadi PAUDHI sekaligus menjadi pilot project bagi satuan PAUD lainnya.“Ke depannya kita akan berkembang dan berkembang lagi,” ujarnya.

Kadis P dan K TTU menjelaskan, bahwa pengembangan PAUD menjadi PAUDHI bertujuan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar anak secara menyeluruh melalui delapan indikator layanan utama.“Tujuan pengembangan PAUD menjadi PAUDHI adalah pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak peserta didik yang tertuang dalam delapan indikator,” jelasnya.

Delapan indikator layanan PAUDHI tersebut meliputi keterlibatan orang tua melalui kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan anak, pemantauan perkembangan anak, koordinasi lintas unit dengan Puskesmas atau instansi terkait, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian makanan tambahan atau makanan bergizi, pemantauan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak, serta ketersediaan sanitasi dan air bersih yang layak dan ramah anak.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan lintas sektor, sebanyak sembilan PAUD yang menjadi sasaran awal berasal dari Kecamatan Kota Kefamenanu. Namun, pemerintah daerah menginginkan pengembangan PAUDHI dapat menyebar secara merata di seluruh wilayah TTU.“Yang kita inginkan adalah harus menyebar di 24 kecamatan se-Kabupaten TTU. Satu kecamatan satu PAUD,” jelasnya.

Saat ini, Dinas P dan K Kabupaten TTU bersama tim Pokja Bunda PAUD TTU tengah melakukan monitoring terhadap sejumlah PAUD sasaran. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan terpenuhinya berbagai kriteria yang menjadi dasar penilaian dalam pengembangan satuan PAUD menuju PAUDHI.

Beato menjelaskan, satuan PAUD tidak harus langsung memenuhi seluruh delapan indikator untuk dapat mulai dikembangkan sebagai PAUDHI. Minimal terdapat tiga hingga empat indikator utama yang telah dipenuhi oleh PAUD sasaran, sementara indikator lainnya dapat dilengkapi secara bertahap.

“Indikator utama PAUD menjadi PAUDHI, minimal sasaran PAUD memenuhi tiga-empat indikator dari delapan indikator utama. Indikator lainnya tinggal ditambahkan untuk memenuhi delapan indikator,” jelasnya.

Pengembangan PAUDHI diharapkan tidak hanya memperkuat layanan pendidikan, tetapi juga memastikan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, identitas anak, serta lingkungan yang sehat dan layak dapat terpenuhi secara terpadu.

Dengan pola pengembangan satu PAUDHI di setiap kecamatan, Pemkab TTU berharap praktik baik yang dihasilkan dapat menjadi contoh dan secara bertahap direplikasi oleh satuan PAUD lainnya di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Nurmiati/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *