KEFAMENANU NEWS,- Badan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kota Kefamenanu Masa Bakti ke-23 Periode 2025–2030 resmi dikukuhkan. Momentum tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di Kota Kefamenanu. Pengukuhan dilakukan, Jumat 2 Oktober 2026.
Maria Seo Teme, S.Pd., dipercaya sebagai Ketua PGRI Cabang Kota Kefamenanu, didampingi Idaroyani Eba Akoit, S.Pd., sebagai Sekretaris. Kepengurusan tersebut disahkan oleh Badan Pengurus PGRI Kabupaten Timor Tengah Utara yang diketuai Dominikus Nitsae, S.Pd.
Dalam sambutannya pada acara pengukuhan, Ketua PGRI Cabang Kota Kefamenanu, Maria Seo Teme, S.Pd., menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi, tetapi menjadi awal dari sebuah tanggung jawab, amanah, dan komitmen bersama untuk membangun organisasi profesi guru yang kuat, solid, bermartabat, serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu, keberhasilan organisasi tidak dapat dibebankan hanya kepada ketua, tetapi membutuhkan kebersamaan, kekompakan, partisipasi, dan kontribusi seluruh pengurus serta anggota.
Ia mengajak seluruh jajaran PGRI Cabang Kota Kefamenanu untuk membangun semangat bersama, yakni bersatu dalam organisasi, profesional dalam menjalankan tugas, dan bersama-sama memajukan pendidikan.
PGRI, kata Maria, harus menjadi rumah bersama bagi para guru dan tenaga kependidikan. Organisasi diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar, saling menguatkan, saling menghargai, sekaligus memperjuangkan kepentingan profesi secara bermartabat dan bertanggung jawab.

Responsif terhadap Tantangan Pendidikan
Maria juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tuntutan kompetensi abad ke-21, perubahan karakter peserta didik, hingga kebutuhan terhadap proses pembelajaran yang bermakna menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Dalam menghadapi perubahan tersebut, PGRI Cabang Kota Kefamenanu diharapkan mampu menjadi organisasi yang responsif serta mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme para anggotanya.
Sejumlah program yang dinilai penting untuk dikembangkan antara lain peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, berbagi praktik baik pembelajaran, penguatan komunitas belajar, pendampingan dan pengembangan karier guru, kegiatan sosial dan solidaritas antaranggota, perlindungan serta penguatan martabat profesi guru, hingga membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Kita tidak ingin PGRI hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Kita ingin PGRI hadir di tengah kebutuhan anggota dan di tengah dinamika pendidikan,” tegasnya.
Ia menekankan, PGRI harus mampu mendengar suara guru, memahami kebutuhan anggota, dan menjadi wadah untuk memperjuangkan aspirasi guru secara santun, konstruktif, sesuai ketentuan organisasi serta peraturan yang berlaku.

Bangun Organisasi yang Terbuka dan Demokratis
Lebih lanjut, Maria mengajak seluruh pengurus untuk membangun budaya organisasi yang terbuka dan demokratis. Perbedaan sekolah, status kepegawaian, jenjang pendidikan, usia, pengalaman maupun latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi sekat yang memecah persatuan.
Sebaliknya, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.Guru negeri, guru swasta, guru senior, guru muda, kepala sekolah, pengawas, serta seluruh insan pendidikan diharapkan dapat merasa menjadi bagian dari keluarga besar PGRI.“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, bekerja bersama untuk pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Atas kepercayaan yang diberikan anggota, Maria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru tersebut.Ia memastikan kepercayaan tersebut akan dijawab melalui kerja nyata, kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia juga membuka ruang bagi seluruh anggota untuk memberikan dukungan, masukan, kritik, dan saran selama masa kepengurusan. Setiap kekurangan diharapkan dapat diperbaiki bersama, sementara perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah dan semangat persaudaraan.
Maria menegaskan bahwa PGRI yang kuat lahir dari anggota yang bersatu, PGRI yang bermartabat lahir dari pengurus yang berintegritas, sedangkan pendidikan yang berkualitas lahir dari guru yang terus belajar dan berkembang.
Karena itu, kepengurusan baru PGRI Cabang Kota Kefamenanu diharapkan mampu membawa semangat baru untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, membangun solidaritas, serta berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Kota Kefamenanu.“PGRI kuat, guru bermartabat, pendidikan berkualitas,” pungkasnya.
Pengukuhan kepengurusan PGRI Cabang Kota Kefamenanu ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran organisasi profesi guru sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan, sekaligus menjadi ruang bersama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik
