Karnaval Budaya Bikomi Tengah Semarakkan HUT ke-81 RI, Tampilkan Ragam Budaya dan Semangat Nasionalisme

KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menggelar karnaval budaya dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme.

Suasana kemeriahan mulai terlihat sejak pukul 17.00 WITA. Rombongan peserta secara bertahap tiba di Kantor Camat Bikomi Tengah setelah menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer dari titik keberangkatan masing-masing.

Kegiatan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, para guru serta pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Para peserta tampil memperagakan yel-yel, tarian tradisional, pakaian adat dan berbagai atraksi budaya.

Setiap rombongan disambut secara adat oleh Camat Bikomi Tengah, Antonius Tusala Seran, S.Pt, didampingi istri dan Sekretaris Camat Bikomi Tengah, Maria Agnes Talan, S.Pd.

18 Rombongan Tampilkan Kreativitas

Hingga pukul 17.30 WITA, tercatat sebanyak 18 rombongan mengikuti karnaval budaya, yakni SD Negeri Sontoi, SD Manbait, Desa Kuanek, Desa Oenenu Utara, SD Negeri Liklole, Desa Buk, SDN Oelbonak, Desa Sono, SD Nimasi, SDN Sono, SMAN Binino, SDK Oenenu, Puskesmas Oenenu, SDK Buk, Desa Oenino, Desa Oenenu, Desa Oenenu Selatan dan Desa Nimasi.

Peserta tampil dengan mengedepankan kekayaan budaya masing-masing wilayah. Keterlibatan sekolah dan pemerintah desa juga menunjukkan adanya kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Guru dan Pelajar Antusias Ikuti Karnaval

Kepala SD Negeri Sontoi, Filipus Tamelab, mengatakan pihaknya melibatkan sekitar 30 peserta. Rombongan berangkat dari Lapangan Kantor Desa Nimasi sekitar pukul 15.30 WITA.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam menumbuhkan persatuan dan kesatuan, kecintaan terhadap tanah air, semangat rela berkorban serta sikap saling menghargai.“Ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong. Karena baru pertama kali dilaksanakan, mudah-mudahan tahun berikutnya dapat kembali diselenggarakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDK Oenenu, Patrisius Lake, mengatakan pihaknya membawa sekitar 30 peserta yang terdiri dari para guru dan siswa.Ia menyambut positif pelaksanaan karnaval budaya tersebut karena dinilai mampu membangkitkan semangat kebangsaan dan persatuan.“Proklamasi merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia oleh para pendahulu kita. Semangat kebangsaan itu yang harus terus kita lanjutkan,” katanya.

Patrisius menambahkan, para peserta sangat antusias karena kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertama. Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, lancar dan tertib.

Lestarikan Budaya dan Bangkitkan Rasa Bangga

Camat Bikomi Tengah, Antonius Tusala Seran, saat diwawancarai usai kegiatan menjelaskan, karnaval budaya digelar untuk menampilkan pakaian adat dengan berbagai nuansa dan corak dari masing-masing desa, sekaligus memperkenalkan tarian serta permainan tradisional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri serta rasa bangga terhadap warisan leluhur yang perlu dipelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.“Agar mereka tidak merasa malu dan canggung menampilkan budaya sendiri,” ujarnya.

Bambu Runcing Simbol Perjuangan Kemerdekaan

Selain menampilkan keberagaman budaya, peserta juga mempertontonkan bambu runcing sebagai simbol perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Antonius mengatakan, atraksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus penghargaan terhadap jasa para pahlawan bangsa.“Dari situ mereka bisa membayangkan dan merasakan bahwa ternyata kemerdekaan ini bukan hadiah sejarah, tetapi merupakan hasil perjuangan dengan kemampuan seadanya dan perjuangan yang begitu berat sehingga meraih kemerdekaan,” jelasnya.

Tarian Bonet

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Kecamatan Bikomi Tengah.

Narasi/Foto: Apson/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *