Call Centre Siaga 112 Terima 10.889 Panggilan, Persentase Layanan Capai 97 persen

KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui layanan Call Centre Siaga 112 yang memberikan akses pengaduan dan bantuan kedaruratan bagi masyarakat selama 24 jam.

Berdasarkan data pelaksanaan layanan Call Centre Siaga 112 Kabupaten TTU per 30 September 2026, tercatat sebanyak 10.889 panggilan masuk selama periode Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.546 panggilan berhasil dijawab, dengan persentase layanan mencapai 97 persen.

Sementara itu, sebanyak 348 panggilan atau sekitar 3 persen tercatat sebagai panggilan prank dan ghost call. Data tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan darurat secara bertanggung jawab agar petugas dapat memberikan respons kepada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Mei Catat Panggilan Tertinggi

Berdasarkan rekapitulasi bulanan, jumlah panggilan masuk tertinggi terjadi pada Juli 2026 dengan 1.379 panggilan, disusul Mei sebanyak 1.398 panggilan dan Maret sebanyak 1.331 panggilan. Adapun September mencatat 992 panggilan.

Dari total panggilan masuk setiap bulan, tingkat panggilan yang dijawab berada pada kisaran 92 hingga 98 persen. Capaian ini memperlihatkan bahwa layanan Call Centre Siaga 112 menjadi salah satu saluran penting bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan dan meminta bantuan dalam situasi darurat.

Sebanyak 776 Laporan Kejadian Tercatat

Selain data panggilan masuk, Call Centre Siaga 112 TTU juga mencatat sebanyak 776 laporan kejadian selama Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 673 laporan atau 86,73 persen telah ditindaklanjuti, sedangkan 103 laporan atau 13,27 persen tercatat belum ditindaklanjuti berdasarkan rekapitulasi yang tersedia.

Jumlah laporan kejadian bulanan tertinggi terjadi pada Mei dengan 101 laporan. Selanjutnya, Maret dan April masing-masing mencatat 93 laporan, sedangkan Januari sebanyak 84 laporan, Februari 78 laporan, Juni dan Juli masing-masing 82 laporan, Agustus 81 laporan, serta September 82 laporan.

Data tersebut menjadi gambaran mengenai kebutuhan pelayanan kedaruratan masyarakat sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi dan tindak lanjut laporan yang masuk.

Gangguan Listrik Mendominasi Laporan Kejadian

Berdasarkan kategori kejadian, gangguan listrik menjadi salah satu jenis laporan yang paling dominan selama periode Januari hingga September 2026. Selain itu, laporan yang tercatat meliputi layanan ambulans gawat darurat atau jenazah, permintaan penyelamatan manusia dan hewan peliharaan, penanganan kebakaran, kecelakaan, tindak kriminal, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, gangguan keamanan dan ketertiban umum, hingga kegawatdaruratan lainnya.

Terdapat pula laporan terkait kebencanaan, gangguan telekomunikasi, penanganan pohon tumbang atau kerusakan konstruksi yang mengakibatkan korban maupun mengganggu aktivitas masyarakat, serta permohonan informasi.

Keberagaman kategori tersebut menunjukkan bahwa layanan Call Centre Siaga 112 memiliki peran penting sebagai saluran pelaporan berbagai kondisi yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat.

Kota Kefamenanu Menjadi Wilayah dengan Laporan Terbanyak

Berdasarkan data lokasi kejadian, Kecamatan Kota Kefamenanu mencatat jumlah laporan terbanyak dibandingkan wilayah kecamatan lainnya. Pada periode Januari hingga September 2026, laporan di wilayah ini tercatat secara konsisten setiap bulan, dengan jumlah tertinggi sebanyak 64 laporan pada April.

Data lokasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam memetakan kebutuhan pelayanan, menentukan prioritas penanganan, serta memperkuat kesiapsiagaan petugas di wilayah Kabupaten TTU.

Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Layanan 112 secara Bijak

Call Centre Siaga 112 merupakan layanan kedaruratan yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa biaya. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat sesuai dengan kategori kejadian.

Masyarakat diimbau untuk menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan bertanggung jawab saat melakukan panggilan. Informasi mengenai jenis kejadian, lokasi, serta kondisi yang dialami sangat membantu petugas dalam memahami laporan dan mengoordinasikan penanganan.Panggilan iseng maupun laporan palsu perlu dihindari karena berpotensi menghambat pelayanan bagi masyarakat yang benar-benar menghadapi keadaan darurat.

Dengan pemanfaatan layanan secara tepat dan dukungan seluruh masyarakat, Call Centre Siaga 112 diharapkan terus menjadi sarana pelayanan kedaruratan yang responsif, mudah diakses, dan mampu mendukung upaya perlindungan keselamatan warga di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *