Koperasi Merah Putih Tuamese Satukan Iman, Ekonomi, dan Kesejahteraan Warga

KEFAMENANU NEWS,– Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus menunjukkan geliat positif sebagai lembaga ekonomi berbasis kebersamaan, iman, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tuamese, Jhon Gideon Adu, saat diwawancarai terpisah melalui sambungan telepon menjelaskan, KDKMP Desa Tuamese telah berjalan selama sembilan bulan sejak didirikan pada 14 Mei 2025 dan kini memiliki 42 orang anggota aktif.

Modal koperasi seluruhnya berasal dari anggota, dengan total mencapai Rp34 juta lebih,” jelasnya.

Foto : Kepala Desa Tuamese, Jhon Gideon Adu.

Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan pokok Rp250 ribu dan simpanan wajib Rp50 ribu, serta simpanan sukarela sesuai kemampuan. Dari total anggota, koperasi berhasil menghimpun simpanan pokok sekitar Rp10,5 juta, simpanan wajib Rp11,15 juta, dan simpanan sukarela sekitar Rp11,15 juta.

RAT Perdana dan Capaian SHU

KDKMP Desa Tuamese menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana untuk tahun buku 2025 pada Jumat, 30 Januari 2026, yang dihadiri oleh 20 orang pendiri dan lima orang pengurus periode 2025–2030. Struktur kepengurusan terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, wakil ketua bidang usaha, wakil ketua bidang anggota, serta Kepala Desa Tuamese sebagai Ketua Dewan Pengawas bersama unsur tokoh pendidikan dan tokoh agama.

Foto : Sosialisasi KDKMP oleh Kepala Desa Tuamese kepada masyarakat.

Dalam RAT tersebut dilaporkan penerimaan angsuran pokok sebesar Rp9.626.000 dan angsuran bunga Rp2.704.500. Dengan penerapan bunga pinjaman 1,5 persen per bulan, koperasi mampu menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sekitar Rp2,4 juta pada tahun 2025.

Ini peluang sekaligus tantangan. Koperasi sangat dibutuhkan masyarakat, namun keterbatasan anggaran akibat pemotongan dari pemerintah pusat hampir 70 persen menjadi tantangan tersendiri,” ujar Kades Jhon.

Kelola Potensi SDA Desa

Menurutnya, Desa Tuamese memiliki potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan tangkap, tambak ikan, hingga tambak garam, dengan garis pantai yang panjang. Selain itu, wilayah dataran di Dusun I dan II memiliki karakter tanah berpasir yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai jenis tanaman produktif.

Foto : kegiatan pembagian SHU dan edukasi tentang KDMP Tuamese

Kehadiran KDKMP sangat strategis untuk mengelola potensi desa melalui dukungan riset, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.

Pemerintah desa, pengurus koperasi, pihak gereja, dan tokoh masyarakat terus melakukan sosialisasi untuk membangun kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya Koperasi Merah Putih.

Kolaborasi dengan Gereja dan BUMDes

Menariknya, KDKMP Desa Tuamese juga membangun komitmen bersama gereja, termasuk pengelolaan tabungan wajib pendidikan dan tabungan sosial.

Kalau gereja mau menyimpan dana, langsung di koperasi. Anak-anak menabung uang sekolah, ibu hamil mempersiapkan masa kehamilan, semua bisa melalui Koperasi Merah Putih,” jelas Kades.

Target besar pun dipasang. “Tahun 2026 kami menargetkan 200 anggota, bahkan harapannya seluruh 300 KK di Desa Tuamese bisa menjadi anggota koperasi,” ujarnya optimistis.

Dalam pengelolaan ekonomi desa, KDKMP juga berjalan seiring dengan BUMDes. Setiap perencanaan dibahas bersama untuk menentukan pembagian peran, termasuk dalam kegiatan usaha dan pelatihan.

Target dan Tantangan

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Tuamese, Ricki Satrio Tadu, menambahkan bahwa koperasi sebagai lembaga keuangan tentu memiliki target pendapatan.

Foto : Ketua Koperasi Merah Putih Desa Tuamese, Ricki Satrio Tadu.

Awal berdiri modal hanya Rp6 juta, kemudian meningkat menjadi Rp15 juta hingga Agustus 2025. Tahun 2025 kami belum memasang target, yang penting koperasi berjalan dan menghasilkan,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, koperasi menargetkan pendapatan sebesar Rp64 juta, meski diakui masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM) dan pola pikir instan sebagian masyarakat.

Apresiasi Pemkab TTU

Apresiasi datang dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten TTU, Theodorus Kolo, S.Pt. Ia menilai Koperasi Merah Putih Desa Tuamese sebagai contoh koperasi desa yang sehat dan berkembang.

Meski baru berjalan beberapa bulan, mereka sudah mampu menghasilkan keuntungan, membagi SHU, dan menyusun perencanaan tahunan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, Theodorus menilai koperasi juga menjadi ruang edukasi dan pembelajaran demokrasi di tingkat desa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten TTU, Theodorus Kolo, S.Pt, saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026)

Di Desa Tuamese, masyarakat belajar mengelola keuangan, membangun partisipasi, dan berdemokrasi secara baik. Banyak nilai positif tumbuh dari koperasi,” pungkasnya.

Dengan motto “Bertolong-tolonglah menanggung beban, demikianlah kita memenuhi hukum Kristus tentang kasih dan kesejahteraan,” Koperasi Merah Putih Desa Tuamese terus melangkah sebagai simbol persatuan iman, ekonomi, dan harapan masyarakat desa.

Penulis : Apson Benu/Kominfotik TTU
Editor : Wempi Bana/Kominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *