KEFAMENANU NEWS,- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip., M.A., menyambut kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., di Paroki Santa Filomena Mena, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Kamis (11/6/2026).
Kunker Gubernur NTT tersebut untuk melakukan dialog bersama Orang Muda Katolik (OMK) se-Dekenat Mena dan masyarakat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Pelindung Dekenat Mena, Keuskupan Atambua, Hati Kudus Yesus.
Rombongan Gubernur tiba sekitar pukul 19.15 WITA dan disambut dengan tutur adat takanab serta pengalungan oleh tokoh adat di pintu masuk Paroki Santa Filomena Mena. Penyambutan turut dihadiri para romo dan suster, OMK, serta umat setempat yang dipimpin Romo Deken Dekenat Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr., bersama para pastor se-Dekenat Mena.

Suasana penuh sukacita mewarnai penyambutan yang diiringi tarian tradisional dan tabuhan gendang menuju Aula Paroki Mena. Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari OMK, sesi foto bersama, serta peninjauan stan pameran kreativitas OMK se-Dekenat Mena.
Turut hadir anggota DPRD Provinsi NTT, anggota DPRD TTU, perwakilan Polres TTU dan Kodim 1618/TTU, jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Dalam sambutannya, Bupati TTU menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur NTT di tengah masyarakat Dekenat Mena merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemilik masa depan daerah.

“Dialog menjadi jembatan yang mempertemukan harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan bermartabat,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah berbagai tantangan dan peluang sehingga dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan.
Menurutnya, kaum muda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan pencipta masa depan.Ia juga mengajak Orang Muda Katolik Dekenat Mena untuk terus bertumbuh menjadi generasi yang beriman, berintegritas, berkarakter, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

“Jadilah agen perdamaian, agen perubahan, dan agen pembangunan. Jangan takut bermimpi besar, karena setiap kemajuan bangsa selalu dimulai dari keberanian generasi mudanya untuk membayangkan masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, gereja, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, Gereja Katolik melalui Dekenat Mena dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai moral, dan menjaga harmoni sosial.
Atas nama Pemerintah Kabupaten TTU, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gereja dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT atas perhatian dan komitmennya bagi kemajuan TTU dan Nusa Tenggara Timur.

Bupati berharap dialog yang berlangsung mampu melahirkan gagasan-gagasan inspiratif, solusi konstruktif, serta komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang unggul dan daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.”Masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya mengeluh tentang keadaan, tetapi oleh mereka yang berani terlibat untuk mengubah keadaan,” tutupnya.
Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
