Wakil Ketua TP PKK TTU Apresiasi Komitmen KPK Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini

KEFAMENANU, NEWS – Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, mengapresiasi komitmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang mengedepankan pendidikan dan sosialisasi antikorupsi dengan melibatkan anak-anak, kaum perempuan, serta partai politik.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di Bale Biinmafo, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, upaya menanamkan nilai kejujuran kepada anak-anak sejak usia sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang berintegritas.

“Anak-anak SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan TTU. Karena itu, menanamkan budaya antikorupsi sejak dini sangat penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ny. Elisabeth menilai, keputusan KPK RI menjadikan Kabupaten TTU sebagai salah satu lokasi pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, pencegahan korupsi harus dilakukan melalui tiga ruang utama, yakni keluarga, sekolah, dan ruang publik, termasuk partai politik.

“KPK RI memilih Kabupaten TTU sebagai daerah tujuan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi merupakan langkah yang sangat penting. Program ini bersifat preventif dengan melibatkan anak-anak dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Penanaman budaya antikorupsi dilakukan sejak dari akar,” katanya.

Ia mengibaratkan anak-anak sebagai kertas putih yang masih bersih sehingga sangat mudah dibentuk karakternya. Apabila sejak dini mereka ditanamkan nilai keberanian, kejujuran, dan integritas, maka di masa depan mereka akan menjadi aparatur sipil negara, guru, maupun perangkat desa yang mampu menjalankan tata kelola pemerintahan dengan baik.

“Kalau sejak kecil mereka ditanamkan nilai berani, jujur, dan hebat, maka 15 tahun ke depan ketika menjadi ASN, guru, ataupun bendahara desa di berbagai pelosok TTU, mereka akan memiliki tata kelola yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny. Elisabeth mengakui bahwa membentuk karakter jujur membutuhkan proses yang panjang, bahkan lebih sulit dibandingkan mengajarkan kemampuan membaca dan menulis. Karena itu, TP PKK TTU menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPK RI beserta Tim Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) atas upaya pendidikan karakter yang dilakukan di TTU.

Sebagai Wakil Ketua TP PKK TTU, ia juga berencana memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya melalui Wakil Bupati Kamillus Elu, agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong penguatan pendidikan antikorupsi di sekolah.

Menurutnya, nilai-nilai antikorupsi dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, maupun Pendidikan Kewarganegaraan sehingga penanaman karakter tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

Selain itu, TP PKK TTU siap mengambil peran melalui jaringan kader PKK yang tersebar hingga ke desa-desa. Menurutnya, kaum perempuan memiliki posisi strategis sebagai penjaga moral dalam lingkungan keluarga.

“Ibu-ibu PKK adalah ujung tombak karena merekalah yang pertama mengetahui apabila ada uang yang tidak wajar masuk ke rumah. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengingatkan orang lain,” tegas Ny. Elisabeth.

Ia berharap kolaborasi antara KPK RI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan TP PKK dapat terus diperkuat sehingga budaya antikorupsi semakin mengakar di tengah masyarakat dan melahirkan generasi TTU yang berintegritas.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *