Akses Jalan Rusak dan Longsor Jadi Tantangan Penyelesaian RLH Tulus 2025 di TTU

KEFAMENANUNEWS,– Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan Program Rumah Layak Huni (RLH) Tulus Tahun 2025 di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kerusakan akses jalan akibat longsor dan kondisi medan yang sulit menghambat distribusi material bangunan ke sejumlah lokasi pembangunan rumah penerima manfaat.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh target pembangunan rumah yang telah dialokasikan tahun ini. Berbagai upaya percepatan terus dilakukan agar masyarakat penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang layak, aman dan nyaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PRKPP Kabupaten TTU, Gregorius Nai, ST., MT., mengatakan secara umum pelaksanaan Program RLH Tulus Tahun 2025 berjalan dengan baik.

Dari total 30 unit rumah yang dibangun, sebanyak 20 unit telah selesai dan diserahterimakan kepada masyarakat penerima manfaat. Selain itu, tiga unit rumah lainnya dijadwalkan akan diserahkan pada pertengahan Juni 2026.

Namun demikian, masih terdapat tujuh unit rumah yang proses penyelesaiannya terkendala kondisi akses menuju lokasi pembangunan. Ketujuh unit tersebut tersebar di dua desa, yakni empat unit di Desa Tasinifu dan tiga unit di Desa Naob.

“Sedangkan tujuh unit rumah yang belum masuk dalam agenda serah terima berada di dua desa, yaitu empat unit di Desa Tasinifu dan tiga unit di Desa Naob,” jelas Gregorius saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan pada proses pembangunan rumah, melainkan distribusi material menuju lokasi pekerjaan. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah sehingga kendaraan pengangkut material kesulitan menjangkau lokasi pembangunan.

“Dua desa ini memang mengalami hambatan karena akses jalan yang rusak cukup parah selama musim penghujan,” ujarnya.

Kondisi paling berat, lanjut Gregorius, terjadi di Desa Naob. Jalur masuk menuju lokasi pembangunan rumah dari dua arah mengalami longsor sehingga akses transportasi menjadi sangat terbatas.

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran pengiriman material bangunan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Selain Desa Naob, kendala serupa juga dialami pada salah satu lokasi pembangunan di Oelfab, Desa Tasinifu. Selain kerusakan jalan, ketersediaan material lokal yang berada cukup jauh dari lokasi pembangunan turut memengaruhi kecepatan pekerjaan.

“Di Desa Naob, akses jalan dari dua arah mengalami longsor. Sementara satu unit rumah di Oelfab, Desa Tasinifu, juga menghadapi kendala karena selain jalan rusak, stok material lokal berada cukup jauh dari lokasi pembangunan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Dinas PRKPP TTU tetap melakukan langkah-langkah percepatan di lapangan.

Koordinasi dengan pemerintah desa, masyarakat setempat serta pihak-pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi material tetap berjalan dan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

Gregorius menyebutkan bahwa perkembangan pekerjaan di Desa Tasinifu menunjukkan hasil yang cukup positif. Tiga unit rumah di desa tersebut diperkirakan dapat mencapai progres 100 persen dalam waktu dekat sehingga segera masuk dalam agenda serah terima kepada masyarakat penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten TTU memandang bahwa tantangan geografis dan kondisi cuaca tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian Program RLH Tulus tetap menjadi prioritas agar seluruh penerima manfaat dapat segera menikmati hunian yang lebih layak.

Program RLH Tulus sendiri merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten TTU dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan rumah yang memenuhi standar kelayakan. Selain membantu masyarakat kurang mampu, program ini juga diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana maupun relokasi akibat program strategis pemerintah.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten TTU optimistis seluruh unit RLH Tulus Tahun 2025 dapat dirampungkan dalam waktu dekat. Pemerintah berharap setiap keluarga penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih layak sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan mereka semakin meningkat.

Komitmen tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten TTU terus hadir untuk memastikan pelayanan dan pembangunan tetap berjalan, bahkan di tengah berbagai tantangan alam dan keterbatasan akses yang dihadapi di sejumlah wilayah.

Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *