Bupati TTU Soroti Menurunnya Kepedulian Guru terhadap Siswa

KEFAMENANUNEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., mengingatkan para guru untuk meningkatkan kepedulian dan perhatian terhadap peserta didik.

Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan mengarahkan masa depan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada kegiatan Penyerahan Bantuan Perlengkapan Peserta Didik bagi Peserta Didik SD dan SMP se-Kabupaten TTU, di Aula Bale Biinmafo, Kamis (27/8/2026).

Bupati menyoroti adanya kecenderungan menurunnya kepedulian sebagian guru terhadap siswa. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada menurunnya minat anak untuk bersekolah dan bahkan berpotensi menyebabkan peserta didik putus sekolah.

Ia meminta para guru agar lebih dekat dengan siswa serta memahami kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

“Tolong bapak ibu guru sebagai tenaga pendidik agar memperhatikan masa depan generasi muda. Jangan biarkan siswa berpikir sendiri mengarahkan masa depan,” tegas Bupati.

Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan, minat dan potensi yang berbeda-beda. Karena itu, pendekatan pendidikan tidak dapat dilakukan secara seragam tanpa memperhatikan keunikan setiap peserta didik.

Bupati bahkan meminta guru memberikan perhatian khusus kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih pada bidang tertentu.

“Kalau bidang tertentu siswa lebih pintar, tolong diperhatikan,” katanya.

Ia menilai, ketika potensi anak dikenali dan diarahkan sejak dini, peserta didik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-citanya.

Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas pendidik.

“Kualitas pendidikan tidak berubah karena kualitas pendidik pun tidak berubah,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak para guru untuk terus melakukan evaluasi terhadap cara mengajar, membangun kedekatan dengan siswa dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar memiliki keberanian untuk bermimpi.

“Masa depan generasi muda ada di tangan kalian,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa guru harus menjadi jembatan bagi peserta didik untuk meraih cita-cita. Anak-anak harus diberikan ruang untuk bermimpi, sementara guru memiliki peran untuk membantu menunjukkan jalan menuju mimpi tersebut.

“Berikanlah mereka bermimpi dan pendidik sebagai jembatan untuk meraih mimpi mereka tersebut,” pesannya.

Ia berharap para pendidik tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan karakter, minat, bakat dan kondisi sosial peserta didik.

Bupati juga mengajak orang tua dan sekolah membangun komunikasi yang lebih kuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan dukungan, sekolah melaksanakan proses pendidikan, guru membimbing peserta didik, sementara orang tua memberikan dukungan dari lingkungan keluarga.

“Marilah kita sama-sama bertanggung jawab atas masa depan anak-anak sehingga mereka dapat bersaing ke level yang lebih baik,” ajaknya.

Bupati berharap sinergi tersebut mampu menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga generasi muda TTU yang percaya diri, berkarakter dan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Nurmiati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *