Di Bawah Rintik Hujan, ASN TTU Teguhkan Pengabdian pada Hari Otonomi Daerah ke-30

KEFAMENANU NEWS,- Gerimis masih setia turun ketika jarum jam merangkak menuju pukul 7.30 Wita di halaman Kantor Bupati TTU, Senin, 27 April 2026. Lapangan upacara yang basah memantulkan bayangan langit kelabu, sementara kabut tipis menggelayut di perbukitan sekitar, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus khidmat.

Di tengah kondisi itu, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai memadati lapangan, berdiri dalam barisan yang tertata rapi.

Seragam Korpri berwarna biru yang dikenakan para ASN tampak mendominasi pandangan. Motif khasnya menjadi penanda identitas, sekaligus simbol pengabdian kepada negara.

Suasana upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kabupaten TTU, Senin (27/4/2026). Foto : Kominfotik TTU

Di bawah payung yang berwarna-warni merah, biru, hingga transparan para peserta tetap tegak, menjaga sikap sempurna. Ada pula yang memilih membiarkan diri tanpa pelindung, menerima tetesan hujan yang jatuh perlahan di pundak dan lengan mereka.

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kabupaten TTU pun dimulai dalam suasana yang penuh keteguhan.

Komandan upacara memberikan aba-aba dengan suara lantang, menembus suara rintik hujan yang terus turun. Tak lama berselang, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, memasuki lapangan dan mengambil tempat sebagai pembina upacara.

Kehadirannya disambut dengan penghormatan dari seluruh peserta, menandai dimulainya rangkaian upacara secara resmi.

Setiap tahapan berlangsung tertib dan terukur mulai dari penghormatan kepada pembina upacara, pengibaran bendera Merah Putih, hingga pembacaan teks-teks resmi yang menjadi bagian dari peringatan.

Di tengah hujan yang tak kunjung reda, suara-suara komando tetap terdengar jelas, berpadu dengan gemericik air yang jatuh di permukaan lapangan.

Saat menyampaikan amanat, Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo berdiri tegap di podium. Di hadapan barisan ASN yang mengenakan seragam Korpri, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya semangat otonomi daerah sebagai landasan memperkuat pelayanan publik dan pembangunan yang berpihak pada masyarakat dalam mendukung Asta Cita.

Suasana upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kabupaten TTU, Senin (27/4/2026). Foto : Kominfotik TTU

Hujan yang membasahi halaman seolah tidak mengurangi kekhidmatan momen tersebut justru menambah kesan mendalam pada setiap kata yang disampaikan.

Meski lapangan tergenang di beberapa titik dan alas kaki sebagian peserta mulai basah, tak terlihat tanda-tanda keluhan. Wajah-wajah serius dan penuh konsentrasi mendominasi.

Para ASN, baik dari instansi pemerintah daerah maupun unit kerja lainnya, tetap berdiri tegap, menunjukkan disiplin dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Di barisan undangan, Wakil Bupati TTU bersama unsur Forkopimda, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, DanYon TP Biinmaffo 788/TTU, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta tamu undangan lainnya turut mengikuti jalannya upacara dengan penuh khidmat.

Kehadiran mereka menambah bobot peringatan, sekaligus mencerminkan sinergi lintas sektor di daerah.

Waktu terus berjalan, namun semangat para peserta tak surut. Bahkan ketika hujan sesekali menguat, barisan ASN tetap kokoh di tempatnya. Payung yang terbuka menjadi simbol sederhana dari upaya bertahan, sementara sikap tegap mereka mencerminkan dedikasi yang tak tergoyahkan.

Upacara pun berakhir dengan tertib. Perlahan, barisan dibubarkan, namun kesan yang tertinggal tak mudah hilang. Pagi yang basah itu telah menjadi saksi bahwa pengabdian tidak mengenal cuaca.

Di bawah langit mendung dan rintik hujan, para ASN di Kabupaten TTU menunjukkan bahwa semangat melayani dan membangun daerah tetap menyala seteguh langkah mereka berdiri di lapangan upacara.

Penulis: Poldus Meomanu
Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *