KEFAMENANUNEWS,– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat pembangunan kawasan perbatasan dengan mengintegrasikan penguatan kedaulatan wilayah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui Program Intervensi Perangkat Daerah Provinsi NTT, Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), diproyeksikan menjadi desa percontohan pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal melalui produksi keripik ubi.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Lerry Rupidara, pada kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perbatasan dalam Menjaga Kedaulatan Wilayah dan Pengembangan Produk Ekonomi Desa Haumeniana.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan tidak cukup hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa hingga masyarakat merupakan kunci utama membangun kawasan perbatasan yang maju, mandiri dan berkelanjutan. Kehadiran kita hari ini menjadi bukti komitmen bersama memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garis batas negara,” ujarnya Dr. Lerry saat membacakan sambutan Gubernur.
Menurutnya, Desa Haumeniana merupakan beranda terdepan Indonesia yang memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ia menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui kepedulian terhadap tanda batas negara, pelestarian lingkungan, serta rasa memiliki terhadap tanah air.
Selain memperkuat ketahanan wilayah, Pemprov NTT juga melihat besarnya potensi ekonomi Desa Haumeniana melalui komoditas ubi kayu.
Selama ini hasil panen ubi sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Karena itu pemerintah mendorong transformasi komoditas tersebut menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Kami ingin mengubah pendekatan pembangunan, dari sekadar menjual bahan mentah menjadi menghasilkan produk olahan seperti keripik ubi yang memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi NTT, masyarakat memperoleh pelatihan menjaga tanda batas wilayah sekaligus pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi One Village One Product (OVOP) yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT.
Melalui pendekatan OVOP, setiap desa diharapkan memiliki minimal satu produk unggulan berbasis potensi lokal yang mampu menjadi identitas daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemprov berharap Desa Haumeniana nantinya dikenal sebagai sentra produksi keripik ubi berkualitas tinggi dengan standar keamanan pangan, kemasan menarik, identitas merek yang kuat, serta produksi yang berkelanjutan sehingga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Sebagai bentuk dukungan pemasaran, Pemerintah Provinsi juga membuka akses promosi melalui NTT Mart, sehingga produk masyarakat tidak hanya dipasarkan secara lokal tetapi memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Di akhir sambutan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten TTU, Pemerintah Kecamatan Bikomi Nilulat, Pemerintah Desa Haumeniana, jajaran TNI, Satgas Pamtas, Bank NTT, LSM lokal serta seluruh masyarakat atas semangat kolaborasi membangun kawasan perbatasan.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
