KEFAMENANUNEWS,– Realisasi pendapatan daerah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada triwulan I tahun 2026 mencapai sekitar Rp6,2 miliar. Meski masih berada di bawah target ideal per triwulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) TTU optimistis capaian tersebut akan meningkat pada triwulan berikutnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTU, Thelymitro R. Kapitan, mengatakan angka Rp6,2 miliar tersebut merupakan realisasi sementara yang diperoleh hingga saat ini dan belum mencakup beberapa komponen pendapatan lainnya.
“Untuk sementara realisasi yang kami dapatkan pada triwulan I sebesar Rp6,2 miliar. Itu pun belum ditambah dengan beberapa penerimaan yang sementara ini masih berproses,” ungkapnya saat diwawancarai media di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Thelymitro, capaian pada awal tahun ini memang masih terasa rendah. Namun kondisi tersebut dinilai masih wajar karena penerimaan pajak daerah biasanya menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat pada pertengahan hingga akhir tahun.
“Memang terasa rendah, tetapi kita juga mengikuti situasi dan kondisi yang ada. Biasanya semakin ramai aktivitas, maka penerimaan pajak mulai menunjukkan progres pada triwulan II, triwulan III hingga triwulan IV,” jelasnya.
Ia menjelaskan, apabila target pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp34 miliar dibagi rata dalam empat triwulan, maka idealnya penerimaan di setiap triwulan berada pada kisaran Rp8 miliar.
“Kalau dibagi sama rata dari target Rp34 miliar, tentunya kurang lebih Rp8 miliar per triwulan. Sementara triwulan I baru mencapai Rp6,2 miliar sehingga masih ada selisih,” katanya.
Meski demikian, pihak Bapenda TTU menargetkan peningkatan realisasi pendapatan pada triwulan II dan III untuk menutupi kekurangan capaian di triwulan pertama.
“Kami berharap progres di triwulan II dan III bisa lebih meningkat lagi sehingga dapat menutupi kekurangan yang ada pada triwulan I,” tandasnya.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
