KEFAMENANU NEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sektor pertanian. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen simbolis jagung yang dilaksanakan di Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Rabu (11/3/2026).
Panen simbolis tersebut dilakukan langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip., M.A bersama Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H, didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak, S.P., M.Si, Camat Bikomi Nilulat, para penyuluh pertanian, perwakilan Polres TTU, tokoh masyarakat, tokoh adat, para petani, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H, saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini bekerja keras mengembangkan komoditas jagung sebagai salah satu sumber pangan utama sekaligus penopang ekonomi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani serta semua pihak yang telah bekerja keras mengembangkan komoditas jagung sebagai salah satu sumber pangan dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Wabup Kamilus menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sebuah daerah tidak akan kuat apabila masyarakatnya tidak memiliki jaminan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan berkelanjutan.Karena itu, sektor pertanian perlu terus diperkuat dan dijadikan sebagai fondasi utama dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Jagung Komoditas Strategis Bernilai Ekonomi
Lebih lanjut disampaikan bahwa panen simbolis jagung tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi simbol kerja keras dan ketekunan para petani yang setiap hari berjuang memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Jagung sendiri merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi bahan baku industri serta pakan ternak, sehingga pengembangannya memiliki dampak besar terhadap peningkatan pendapatan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten TTU, lanjutnya, akan terus mendukung sektor pertanian melalui berbagai langkah strategis, di antaranya peningkatan kualitas benih, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Namun demikian, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah semata. Diperlukan kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak agar pengembangan sektor pertanian dapat berjalan optimal serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Momentum panen ini diharapkan menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian sehingga sektor pertanian daerah semakin maju, petani semakin sejahtera, dan desa-desa berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Di akhir sambutannya, Wabup Kamilus berharap kegiatan panen simbolis jagung tersebut dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan daerah yang kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tanah yang kita olah hari ini bukan hanya menghasilkan jagung, tetapi juga menumbuhkan harapan, kemandirian, dan masa depan bagi generasi yang akan datang,” jelasnya.
Produktivitas Jagung Capai 4,5 Ton per Hektare
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak, S.P., M.Si, saat diwawancarai menjelaskan bahwa jagung yang dipanen merupakan varietas Nusa 01 yang ditanam di atas lahan milik BUMDes Nainaban seluas 1,7 hektare, yang terdiri dari dua lokasi lahan, yakni 70 are dan 1 hektare.Menurutnya, hasil panen jagung tersebut memiliki produktivitas sekitar 4,5 ton per hektare.
Ia juga menyampaikan bahwa benih jagung yang digunakan merupakan bantuan dari Polres TTU yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten TTU pada Tahun 2025 dalam mendukung program swasembada jagung.Benih jagung tersebut telah didistribusikan kepada para petani di berbagai wilayah di Kabupaten TTU. Secara keseluruhan, bantuan bibit jagung di Kabupaten TTU menjangkau lahan seluas 3.659 hektare yang tersebar di 24 kecamatan.
“Dinas Pertanian terus mendukung program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada jagung, termasuk melalui pendampingan kepada petani serta penyediaan benih unggul,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati TTU juga menyerahkan tujuh jenis bibit sayuran serta pupuk organik eco enzyme kepada BUMDes Nainaban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pertanian desa sekaligus menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
