KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo menghadiri pentahbisan dan peresmian Gereja Stasi Santo Mikhael Bitefa, Paroki Santo Andreas Tunbaba, yang dipimpin Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr., Senin (21/9).
Bupati Yosep dalam sambutannya mengatakan pentahbisan dan peresmian gereja tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang iman, pengorbanan, kesetiaan, dan kebersamaan umat Stasi Santo Mikhael Bitefa.
“Kita hadir bukan hanya untuk menyaksikan sebuah bangunan gereja yang ditahbiskan dan diresmikan, tetapi untuk merayakan buah dari perjalanan panjang iman, pengorbanan, kesetiaan, dan kebersamaan umat Stasi St. Mikhael Bitefa,” katanya.
Ia mengatakan pembangunan Gereja Stasi Santo Mikhael Bitefa telah dimulai sejak 2000 dan selama 26 tahun umat menghadapi berbagai tantangan, termasuk proses pembangunan yang sempat terhenti.
Namun, kata dia, umat tidak kehilangan harapan dan kembali menggalang kekuatan melalui gotong royong, dukungan para donatur, serta keterlibatan umat diaspora yang tersebar di berbagai daerah hingga pembangunan gereja dapat diselesaikan.
“Selama 26 tahun, umat telah melewati berbagai tantangan dan dinamika. Ada masa ketika pembangunan berjalan, ada masa ketika harus terhenti. Namun, satu hal yang patut kita syukuri bahwa umat Stasi Bitefa tidak pernah kehilangan harapan,” ujarnya.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada pastor paroki, panitia pembangunan, seluruh umat, para donatur, serta umat diaspora yang turut berkontribusi dalam proses pembangunan gereja tersebut.
Menurutnya, gereja tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga tempat umat bertumbuh dalam iman, membangun persaudaraan, menemukan penghiburan, dan meneguhkan harapan.
Karena itu, ia mengajak umat menjadikan pentahbisan gereja tersebut sebagai awal perjalanan iman yang baru dengan terus menjaga persaudaraan dan semangat gotong royong.
“Setelah gereja ini berdiri, tugas kita adalah membuatnya hidup melalui umatnya. Biarlah dari gereja ini lahir keluarga-keluarga yang semakin kuat dalam iman, anak-anak kita tumbuh mengenal Tuhan dan mencintai sesamanya, dan orang-orang muda menemukan harapan dan masa depan,” katanya.
Yosep juga menegaskan Pemerintah Kabupaten TTU terus berupaya memberikan dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan pembangunan kehidupan masyarakat membutuhkan keterlibatan pemerintah, gereja, keluarga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah dan masyarakat bukanlah dua pihak yang berjalan sendiri-sendiri. Kita adalah bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun TTU yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap Gereja Stasi Santo Mikhael Bitefa menjadi tempat umat memperkuat iman, menumbuhkan persaudaraan, serta mewujudkan kepedulian dan kasih kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga mengajak umat merawat gereja dan mempertahankan semangat kebersamaan yang telah menjadi kekuatan selama 26 tahun proses pembangunannya.
“Jadikan pengalaman 26 tahun ini sebagai pelajaran bahwa kesabaran, ketekunan, pengorbanan, dan kebersamaan pada akhirnya akan menemukan waktunya untuk berbuah,” katanya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
