Dari Pendidikan Anak Usia Dini, Pokja Bunda PAUD TTU Bangun Fondasi Generasi Berkualitas

KEFAMENANU NEWS,– Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dipersiapkan sejak usia dini. Pendidikan, literasi, kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan karakter menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal tersebut menjadi perhatian Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Andina Winantuningtyas, A.Md., saat menyampaikan pandangannya terkait berbagai capaian program Pokja Bunda PAUD, Pokja Bunda Literasi, dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten TTU dalam rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lima Lembaga Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/11/2026).

Menurut Andina, berbagai program yang menyentuh pendidikan anak usia dini, peningkatan literasi, pelayanan kesehatan, hingga penguatan kapasitas tenaga pendidik merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus daerah.

Ia pun mengapresiasi perkembangan dan berbagai capaian yang telah dilakukan ketiga kelompok kerja dan tim pembina tersebut. Perhatian terhadap program-program yang dijalankan dinilainya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang jelas, hal ini sangat baik untuk Kabupaten TTU. Berarti sudah ada kemajuan pada Pokja Bunda PAUD, Pokja Bunda Literasi, dan Pokja Posyandu. Apa yang kita lakukan selama ini cukup mendapat perhatian. Memang belum menjadi yang terbaik, tetapi kita yakin akan semakin maju pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Penguatan SDM, Fondasi Kemajuan Daerah

Andina menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusia. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kemampuan masyarakatnya dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidup.

Karena itu, penguatan SDM perlu dimulai melalui peningkatan pemahaman literasi, pengembangan kapasitas guru, pembentukan kedisiplinan, serta membangun kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, tenaga pendidik, dan orang tua.

“Inti dari semua ini adalah penguatan SDM terlebih dahulu. Kita perlu memahami literasi, memperkuat kapasitas guru-guru, membangun kedisiplinan dari diri kita masing-masing, serta menciptakan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, guru, dan orang tua murid,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan kualitas manusia terkadang tidak langsung terlihat secara fisik. Namun, dampaknya sangat besar dalam menentukan arah dan kemajuan suatu daerah pada masa mendatang.

“Penguatan SDM ini terkadang terkesan tidak terlihat, tetapi sesungguhnya sangat berdampak bagi kemajuan suatu daerah,” tegasnya.

PAUD Holistik Integratif, Perhatian Menyeluruh bagi Tumbuh Kembang Anak

Sejalan dengan upaya penguatan SDM tersebut, Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU terus mendorong pengembangan layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI).

Pendekatan PAUDHI menempatkan anak sebagai pusat pelayanan dengan memperhatikan seluruh kebutuhan tumbuh kembangnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan.

Di bawah kepemimpinan Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, berbagai program strategis telah dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Terdapat tujuh program prioritas yang menjadi fokus kerja, yakni pelaksanaan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS), monitoring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ramah anak, pengembangan Aplikasi PIJAR, pendampingan 24 satuan PAUD menuju pemenuhan indikator PAUDHI, pendampingan pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pelayanan administrasi kependudukan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta intervensi pemenuhan gizi anak melalui program pemberian minum susu.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan PAUD membutuhkan pendekatan terpadu dan keterlibatan banyak pihak. Satuan pendidikan tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dengan demikian, lingkungan pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk memastikan setiap anak memperoleh perhatian, perlindungan, dan pelayanan yang mendukung pertumbuhan serta perkembangannya secara optimal.

Sinergi Lima Lembaga Perkuat Pelayanan Keluarga dan Masyarakat

Komitmen memperkuat kualitas keluarga dan pelayanan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Rakorda Lima Lembaga Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, E. Melkiades Lakalena, di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (2/11/2026), dan berlangsung hingga 5 November 2026 melalui pertemuan secara luring maupun daring.

Rakorda ini mempertemukan lima lembaga, yakni Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi 5 Lembaga dalam Mewujudkan Keluarga Berdaya, Masyarakat Sejahtera dan NTT yang Maju”, forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan program, memperkuat kemitraan, serta meningkatkan kontribusi setiap lembaga dalam pembangunan daerah.

Sinergi lintas lembaga ini menjadi peluang untuk terus mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, literasi, kesehatan, pemenuhan gizi, dan perlindungan anak.

Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *