KEFAMENANU NEWS,– Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas, ramah anak, dan holistik integratif.
Sepanjang tahun 2026, berbagai program strategis telah dijalankan dengan menyentuh langsung kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, administrasi kependudukan, hingga perlindungan anak.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan PAUD di Kabupaten TTU tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga memperhatikan seluruh aspek tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Berbagai hasil kerja tersebut tertuang dalam Laporan Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kabupaten TTU Tahun 2026 yang dipaparkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lima Lembaga Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/11/2026).
Di bawah kepemimpinan Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU, Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati, sejumlah program prioritas dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama perangkat daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Tujuh Program Prioritas Perkuat Ekosistem PAUD
Sepanjang 2026, Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU menjalankan tujuh program prioritas, yakni Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS), monitoring MPLS ramah anak, pengembangan Aplikasi PIJAR, pendampingan 24 satuan PAUD menuju pemenuhan indikator PAUD Holistik Integratif (PAUDHI), pendampingan pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pelayanan administrasi kependudukan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta intervensi pemenuhan gizi melalui pemberian minum susu bagi anak PAUD.
Program-program tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, inklusif, sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak mendapatkan perhatian secara terpadu.
Ribuan Dokumen Kependudukan Berhasil Dilayani
Salah satu capaian yang menonjol adalah dukungan terhadap perluasan pelayanan administrasi kependudukan yang menjangkau 24 kecamatan di Kabupaten TTU.
Berdasarkan rekapitulasi pelayanan periode 7–29 September 2026, tercatat sebanyak 1.423 dokumen Kartu Keluarga (KK), 1.283 Kartu Identitas Anak (KIA), 257 Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan 78 dokumen mutasi kependudukan telah dilayani. Selain itu, terdapat 2.126 akta kelahiran, 132 akta perkawinan, dan 66 akta kematian.
Data tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi Pokja Bunda PAUD dengan perangkat daerah terkait turut mendukung pemenuhan hak administrasi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan identitas hukum sejak dini.
Perhatian pada Kesehatan dan Pemenuhan Gizi Anak
Di sektor kesehatan, Pokja Bunda PAUD turut mendorong peningkatan cakupan Cek Kesehatan Gratis melalui koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Dari total sasaran 280.150 orang, sebanyak 74.106 orang telah mendapatkan pelayanan CKG atau mencapai 26,45 persen berdasarkan siklus hidup.
Sementara itu, sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, direncanakan intervensi pemberian minum susu bagi 66 anak PAUD di Desa Fatuneno dengan frekuensi satu kali dalam seminggu.
Program ini disertai edukasi gizi kepada orang tua, penggunaan gelang pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), serta pemantauan melalui Posyandu dan Puskesmas. Pemberian susu tersebut merupakan tambahan asupan gizi, bukan pengganti makanan utama maupun Air Susu Ibu (ASI).
24 Satuan PAUD Mendapat Pendampingan
Penguatan kualitas layanan pendidikan juga dilakukan melalui pendampingan terhadap 24 satuan PAUD menuju pemenuhan indikator PAUDHI. Pendampingan ini mendorong integrasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak dengan melibatkan satuan PAUD, Puskesmas, Posyandu, pemerintah desa, serta orang tua.
Pada saat bersamaan, pendampingan pengelolaan Dapodik dilakukan untuk meningkatkan validitas data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, rombongan belajar, serta sarana dan prasarana.
Pokja Bunda PAUD juga mengembangkan Aplikasi PIJAR sebagai inovasi digital untuk mempermudah pengelolaan informasi, koordinasi, pelaporan, dan pemantauan program.

Enam Agenda Prioritas Tahun 2027
Untuk memastikan keberlanjutan program, Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTU telah menetapkan enam agenda prioritas tahun 2027. Agenda tersebut meliputi kelanjutan Pra-MPLS dan monitoring MPLS ramah anak, penyempurnaan Aplikasi PIJAR, pendampingan 24 satuan PAUD menuju pemenuhan indikator PAUDHI, penguatan pendampingan Dapodik dan pelayanan administrasi kependudukan, pengembangan intervensi gizi terintegrasi dengan Posyandu dan Puskesmas, serta peningkatan edukasi kepada orang tua, kemitraan, monitoring, dan evaluasi.
Bunda PAUD Kabupaten TTU, Ny. Andina Winantuningtyas, A.Md., menyampaikan apresiasi terhadap berbagai perkembangan yang telah dicapai Pokja Bunda PAUD bersama Pokja Bunda Literasi dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten TTU.
Menurutnya, berbagai program yang telah dilaksanakan menunjukkan adanya kemajuan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun mendatang.Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian utama, seiring dengan pembangunan infrastruktur daerah.
Melalui berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan yang layak demi mewujudkan generasi TTU yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
