KEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menggelar kegiatan Festival Tenun Kreatif tahun 2026, Sabtu (7/11/2026).
Festival yang berlangsung di lapangan futsal samping rumah jabatan (Rujab) wakil bupati TTU mulai pukul 16.00 WITA hingga 22.00 WITA tersebut menjadi ruang promosi kekayaan motif tenun daerah, sekaligus wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda TTU, Drs. Kristoforus Ukat, M.M., Kepala Dinas Parekraf TTU Kristoforus Abi, S.Sos., M.Si., Kepala Kesbangpol Hironimus Bana, S.H., perwakilan perangkat daerah, perwakilan Kodim 1618/TTU, perwakilan Dekranasda TTU, para desainer dan peserta.

Para juri Kategori Fashion Kostum Karnaval yakni Novianti S. Balan (Dekranasda TTU), Yohanes G. Amsikan, S.Fil, M.Hum dan Liliana Tuames. Juri Kategori Busana Kasual dari Bahan Bekas yakni Regina Nahak, S.Pd, Agusta Dei Alviona Abi, S.Tr.Ds dan Hazma WS.
Acara tampak meriah dengan penampilan Pesona Wisata Band, Sanggar Sandalwood dengan penampilan tarian Buna Insana binaan Teofilio Da Silva atau yang akrab disapa Bitan, tarian oleh SMP Aurora, SMP Putri Kefamenanu, SMP Putra Kefamenanu, SMP St. Angonius Padua Sasi, SMPN Miomaffo Timur, Ciwi-ciwi Dance Group, ABG Dance. Diwarnai musik pruduser lomba oleh Dion Usfinit dan Bharaduta sound system serta lightning Kita Kefa. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Kominfotik Kabupaten TTU dengan live streaming melalui kanal YouTube Pemkab TTU official. Kegiatan ini mendapat pengamanan dari pihak kepolisian Polres TTU.

Tenun sebagai Identitas dan Jati Diri Masyarakat TTU
Dalam sambutan tertulis Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu,S.H yang dibacakan Asisten I Setda TTU menyampaikan apresiasi kepada Dinas Parekraf yang telah memprakarsai kegiatan tersebut.
Festival Tenun Kreatif dinilai sebagai langkah positif dalam memberikan ruang bagi pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tenun merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat TTU.
Kekayaan motif dan proses pembuatannya mencerminkan identitas, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, keberadaan tenun tidak boleh hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin menghadirkan tenun sebagai sumber inspirasi bagi lahirnya berbagai karya kreatif, termasuk desain busana modern yang tetap mempertahankan karakter budaya lokal.Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM LokalSelain aspek pelestarian budaya, Festival Tenun Kreatif juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah daerah memandang bahwa tenun dan berbagai hasil kerajinan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tambah. Peningkatan kualitas produk, inovasi desain, penguatan keterampilan perajin, serta pemasaran yang tepat menjadi bagian penting agar produk lokal TTU mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam sambutan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya bazaar UMKM yang menjadi bagian dari festival sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya usaha masyarakat melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, penguatan inovasi, dan perluasan akses pasar.
Generasi Muda sebagai Pewaris Budaya
Festival ini juga menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni peragaan kostum karnaval untuk peserta remaja dan busana kasual berbahan bekas untuk anak-anak.Sebanyak 37 peserta ambil bagian, terdiri atas 18 peserta remaja dan 19 peserta anak-anak.

Kepala Dinas Parekraf TTU, Kristoforus Abi saat diwawancari usai kegiatan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melestarikan kekayaan budaya daerah, terutama tradisi tenun, sekaligus memastikan adanya regenerasi agar generasi muda tidak melupakan warisan leluhur.
Menurutnya, melalui keterlibatan anak-anak dan remaja, pemerintah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal motif tenun, melatih kemampuan tampil di depan umum, serta mengembangkan bakat di bidang seni dan fashion.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana promosi berbagai motif tenun khas TTU dan membantu memperluas pemasaran hasil karya kelompok UMKM yang bergerak di bidang tenun dan ekonomi kreatif.
Kristoforus Abi mengapresiasi antusiasme peserta, desainer, dan dewan juri. Ia menilai generasi muda TTU memiliki potensi dan mental yang luar biasa untuk terus dikembangkan.
Kepada peserta yang berhasil meraih juara, ia berpesan agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Sementara peserta yang belum memperoleh juara diharapkan tidak berkecil hati, tetapi menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Pendidikan dan Budaya Berjalan Bersama
Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival juga disampaikan Kepala SMKS Katolik St. Pius X Insana, Rm. Dicky Mau Leto, Pr.Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda.
Menurutnya, perpaduan nilai budaya tradisional dengan sentuhan modern merupakan peluang yang baik bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah kejuruan yang memiliki jurusan busana. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar pemerintah dan masyarakat dapat menemukan serta mengembangkan bakat-bakat muda TTU di bidang desain busana dan tenun kreatif.
Kegiatan ini menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, menumbuhkan kreativitas generasi muda, serta meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif daerah.Dengan demikian, kekayaan budaya TTU tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan daerah.
Penulis : Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik TTU
