Opini oleh : H. Fahmi H. Abdullahi, SE – Staf Khusus Bupati TTU Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Ketua JAPNAS NTT, Ketua MES NTT, Wakil Ketua APINDO NTT, Ketua Dewan Kehormatan HIPMI NTT, CEO JABAL GRUP.
Keberhasilan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuannya membuka akses terhadap dunia luar. Jalan yang baik, pelabuhan yang memadai, dan bandar udara yang aktif merupakan urat nadi pembangunan ekonomi modern. Dalam konteks itulah, penerbangan perdana pesawat Kefa Air memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bertambahnya pilihan transportasi.
Bagi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kehadiran Kefa Air adalah simbol optimisme, keberanian, dan visi besar untuk membawa daerah ini keluar dari berbagai keterbatasan menuju masa depan yang lebih maju.
Keberhasilan ini tentu tidak hadir begitu saja. Di balik terwujudnya penerbangan menuju Kefamenanu terdapat proses panjang, koordinasi lintas sektor, serta perjuangan yang tidak ringan. Berbagai tantangan administratif, teknis, hingga aspek kelayakan operasional harus dilalui. Dibutuhkan keberanian untuk meyakinkan banyak pihak bahwa TTU memiliki potensi ekonomi yang layak dikembangkan.
Dalam proses tersebut, kita patut memberikan apresiasi kepada Bupati Timor Tengah Utara, Bapak Falen Kebo, yang menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan moda transportasi udara bagi masyarakat. Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, beliau terus membangun komunikasi, menjalin kolaborasi, dan mendorong berbagai pihak agar penerbangan menuju TTU dapat terwujud. Semangat ini menunjukkan bahwa pembangunan membutuhkan kepemimpinan yang visioner, konsisten, dan tidak mudah menyerah.

Kehadiran transportasi udara akan mengubah cara pandang investor terhadap TTU. Selama ini banyak investor menganggap daerah perbatasan memiliki potensi besar, tetapi akses yang terbatas sering menjadi pertimbangan utama. Kini, hambatan tersebut mulai teratasi.
Investor selalu mempertimbangkan kemudahan mobilitas sebelum menanamkan modal. Mereka ingin dapat datang untuk melakukan survei, bertemu pemerintah daerah, mengawasi proyek, dan kembali ke kota asal secara efisien. Dengan hadirnya Kefa Air, TTU memiliki nilai tambah yang semakin kuat sebagai daerah tujuan investasi.
Potensi investasi yang dapat berkembang pun sangat luas, mulai dari pertanian modern, peternakan, industri pengolahan hasil pertanian, perdagangan, jasa, perhotelan, pariwisata, properti, logistik, hingga ekonomi kreatif. Semua sektor tersebut membutuhkan tenaga kerja lokal, sehingga akan membuka kesempatan kerja yang lebih besar bagi masyarakat TTU.
Lebih dari itu, aktivitas ekonomi yang meningkat akan menciptakan efek berganda (multiplier effect). Setiap investor yang datang akan menggunakan hotel, restoran, transportasi, jasa lokal, serta membeli berbagai kebutuhan dari pelaku usaha daerah. Uang yang dibelanjakan akan terus berputar dari satu tangan ke tangan lainnya sehingga menggerakkan perekonomian masyarakat secara luas.
UMKM juga akan menjadi penerima manfaat terbesar. Produk lokal TTU seperti hasil pertanian, peternakan, tenun, kuliner, dan berbagai produk kreatif akan memperoleh pasar yang lebih luas. Kehadiran tamu dari luar daerah membuka peluang promosi yang selama ini sulit diperoleh.
Di sisi lain, sektor pariwisata TTU juga memiliki peluang besar untuk berkembang. Kekayaan budaya, alam, dan sejarah daerah akan semakin mudah diakses wisatawan. Semakin banyak wisatawan datang, semakin banyak pula peluang usaha baru yang tumbuh.
Namun, keberhasilan Kefa Air tidak cukup hanya dengan adanya pesawat yang terbang menuju TTU. Keberlanjutan layanan ini bergantung pada dukungan seluruh masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum perlu bersama-sama memanfaatkan transportasi udara ini untuk kegiatan ekonomi, bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Mari kita jadikan setiap penerbangan yang mendarat di Bandara Jack Ukat. bukan sekadar membawa penumpang, tetapi juga membawa investasi, peluang usaha, teknologi, lapangan kerja, dan harapan baru bagi generasi mendatang.
Momentum ini harus kita jaga bersama. Sebab sejarah akan mencatat bahwa ketika akses menuju TTU terbuka semakin lebar, saat itulah pintu kemajuan daerah mulai terbuka lebih luas.
Kefa Air bukan sekadar maskapai. Ia adalah sayap baru yang akan membawa Timor Tengah Utara terbang menuju masa depan yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing.
